Insentif Distop, VinFast Pastikan Harga Tetap Ramah di Kantong
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - VinFast mulai menyesuaikan harga kendaraan listriknya seiring berakhirnya insentif dari pemerintah di tahun ini. Perusahaan pun berkomitmen untuk memberi harga yang bersahabat di kantong konsumen.
CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menegaskan insentif yang hilang tidak berkaitan langsung dengan biaya produksi. “Yang hilang itu PPN DTP, pajak pertambahan nilai, bukan ongkos produksi kami,” ujarnya di IIMS 2026, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Kerry sapaannya, menjelaskan insentif lain seperti PPNBM DTP dan BBNKB 0% masih berlaku hingga 2031. Karena itulah, dampak terhadap struktur biaya dinilai terbatas.
Ia menyebut bahwa penyesuaian harga dilakukan pada model dengan baterai include. Sementara untuk skema baterai berlangganan, VinFast menjamin harga tetap dipertahankan.
Baca Juga
2 Tahun Perjalanan VinFast di Indonesia: Gebrakan di IIMS hingga Bangun Pabrik di Subang
“Khusus baterai subscription, kami ingin menjaga harganya tetap kompetitif sehingga tidak ada adjustment,” kata Kerry.
VinFast sendiri mulai menyiapkan transisi penuh ke produksi lokal di Subang. Impor unit secara bertahap akan dihentikan setelah stok lama habis.
“Kalau masih impor tanpa insentif, harganya jadi tidak kompetitif,” tutup Kerry.

