Penyaluran KPA Rusun Minim, BP Tapera Usulkan Subsidi Bunga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) tengah menyiapkan skema subsidi selisih bunga (SSB) untuk mendorong penyaluran rumah susun (rusun) subsidi. Langkah ini ditempuh seiring rendahnya realisasi penyaluran kredit pemilikan apartemen (KPA) subsidi yang hanya mencapai sekitar 140 unit dalam 5 tahun terakhir.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengatakan, skema SSB memiliki pendekatan serupa Kredit Usaha Rakyat (KUR). Melalui skema tersebut, likuiditas pembiayaan berasal dari perbankan, sementara pemerintah memberikan subsidi atas selisih bunga.
“Salah satunya kita usulkan bagaimana nanti dengan asumsi sebagaimana skema KUR, likuiditas dari perbankan dan pemerintah akan memberikan subsidi selisih bunga. Sehingga keterjangkauan masyarakat berpenghasilan rendah itu akan bisa lebih masuk,” kata Heru saat ditemui di Gedung BRI I, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga
Resmikan Akad Massal 50.030 Rumah Subsidi, Prabowo Apresiasi Kementerian PKP dan BP Tapera
Heru menjelaskan, skema pembiayaan rusun subsidi yang berjalan saat ini masih mengandalkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Menurutnya, skema tersebut memiliki sejumlah keterbatasan karena harus memperhitungkan operasional bank, asuransi, serta imbal hasil negara yang ditetapkan sebesar 0,5%.
Ihwal itu, Heru mengharapkan skema SSB ini mampu menggenjot penyerapan rusun subsidi secara signifikan. “Karena skema eksisting kan (FLPP) sudah likuiditas. Kalau likuiditas tentunya dengan memperhatikan operasional bank, kemudian asuransi, kemudian juga ada imbal hasil negara yang hanya 0,5%, itu barangkali tetap tak akan berubah. Jadi kita usulkan nanti mungkin bisa subsidi selisih bunga salah satunya,” tandas dia.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sekaligus Ketua Komite Tapera, Maruarar Sirait meminta BP Tapera menyiapkan terobosan pembiayaan untuk meningkatkan penyaluran rusun subsidi.
Ia menekankan pentingnya inovasi dalam skema pembiayaan agar program perumahan subsidi dapat berjalan lebih optimal. “Jadi saya minta berpikir dengan keras, lakukan terobosan. Kita sudah bikin terobosan (bangun rusun subsidi) di Meikarta, yuk bikin terobosan dari pembiayaannya. Saya sebagai menteri dan sebagai ketua Tapera sudah meminta itu dipersiapkan dengan baik,” kata Ara, sapaan akrabnya Menteri PKP.
Subsidi selisih bunga (SSB) adalah skema bantuan pemerintah dalam pembiayaan kredit. Pemerintah menanggung selisih antara suku bunga pasar yang ditetapkan bank dengan suku bunga rendah yang dibayar debitur, sehingga cicilan kredit—termasuk KPR atau KPA subsidi—menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga
Meikarta Siapkan Apartemen Subsidi 1–3 Kamar dengan Konsep 'Mezzanine', Intip Spesifikasinya
Meski skema ini pernah diterapkan pada program 1 juta rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyetop SSB pada 2020.
Namun demikian, bantuan pembiayaan perumahan lainnya yang terus dilanjutkan yaitu Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

