Bos Krakatau Steel Ungkap 2 Pabrik Bajanya Tutup Karena Baja China
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Akbar Djohan mengungkapkan penutupan dua pabrik baja di dalam negeri yang terjadi belum lama ini, yakni Krakatau Osaka Steel dan Metal Steel Group. Hal ini dibeberkan saat rapat dengan Komisi VI DPR RI.
Akbar menyebutkan, Osaka Steel akan menghentikan operasional pabriknya pada April 2026. Sementara itu, pabrik Metal Steel Group milik Ispat Indo yang beroperasi di Surabaya, Jawa Timur telah ditutup pada Oktober 2025 lalu.
Akbar menjelaskan, kedua pabrik tersebut diketahui memproduksi berbagai macam jenis baja long product, di antaranya besi ulir, besi polos, siku, dan channel. Kendati demikian, ia membeberkan, produk-produk itu tidak mampu bersaing dengan gempuran baja impor dengan harga murah dari China.
"Sudah tidak dapat bersaing dengan maraknya impor long product baja murah China," ungkap Akbar pada paparannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga
Padahal, menurut Akbar, penutupan Osaka Steel dan Metal Steel ini terjadi di tengah tingginya kebutuhan baja nasional, terutama untuk mendukung berbagai proyek strategis pemerintah seperti program 3 juta rumah, proyek infrastruktur, hingga program ketahanan pangan dan koperasi.
“Ironisnya, di saat kebutuhan baja dalam negeri meningkat, justru industri nasional kehilangan kapasitas produksinya,” imbuh Akbar.
Lebih lanjut, Akbar menyoroti persaingan industri baja global kini telah bergeser dari sekadar persaingan antarpelaku usaha menjadi persaingan antarnegara. Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, India, dan Jepang telah menerapkan kebijakan proteksi ketat terhadap produk baja impor domestiknya.
“Karena itu, kami menilai kehadiran negara menjadi sangat penting untuk menjaga kedaulatan industri baja nasional,” tegasnya.

