Kinerja Kian Solid, Produksi Migas Pertamina di Sektor Hulu Tembus 1,03 Juta BOEPD
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina (Persero) mencatat kinerja positif di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) sepanjang 2025, seiring kontribusi produksi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai subholding upstream yang mencapai 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD). Capaian ini memperkuat peran Pertamina dalam menjaga pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan domestik dan tantangan global sektor migas.
Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina Hermansyah Y Nasroen mengatakan, produksi tersebut tercatat hingga akhir Desember 2025 yang terdiri produksi minyak sebesar 557 ribu barel per hari (MBOPD) serta gas bumi sebesar 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). "Kinerja ini menunjukkan konsistensi operasi hulu Pertamina dalam menopang ketahanan energi nasional," kata dia dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).
Selain produksi, aktivitas operasional PHE sepanjang 2025 juga menunjukkan capaian solid. Perusahaan merealisasikan pemboran eksploitasi sebanyak 886 sumur, workover 1.288 sumur, serta kegiatan well service sebanyak 37.259 pekerjaan. Di sisi eksplorasi, PHE melaksanakan survei seismik dua dimensi sepanjang 2.931 kilometer dan survei seismik tiga dimensi seluas 855 kilometer persegi, serta pemboran eksplorasi sebanyak 20 sumur untuk mendukung keberlanjutan cadangan migas.
Baca Juga
Tak Ada BBM Oplosan, Ahok Pertanyakan Kerugian Perkara Pertamina Rp 285 Triliun
Kinerja penguatan sumber daya dan cadangan migas juga tercatat signifikan. Penemuan sumber daya migas kategori 2C mencapai 1.097 juta barel setara minyak, dengan kontribusi terbesar berasal dari sumur migas non-konvensional di area Aman Trough di Wilayah Kerja Rokan. Sementara itu, penambahan cadangan terbukti atau P1 tercatat sebesar 313,7 juta barel setara minyak.
“Pencapaian produksi dan penambahan cadangan ini mencerminkan komitmen kami untuk terus menjaga keberlanjutan energi nasional. Di tengah tantangan industri, kami tetap fokus pada optimalisasi lapangan, percepatan proyek strategis, dan peningkatan kinerja eksplorasi,” ujar Hermansyah.
Untuk mengejar target kinerja 2025, PHE menggali potensi produksi melalui berbagai inisiatif, termasuk put on production and exploration pada sumur Astrea, Pinang East, dan Akasia Prima. Keberhasilan pemboran di sejumlah struktur strategis, antara lain Lembak–Kemang–Tapus, Benuang, Gunung Kemala, serta Karangan–Tanjung Miring Barat, mendorong Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Regional Sumatra Subholding Upstream mencatat rekor produksi minyak tertinggi hingga mencapai 30 ribu barel minyak per hari.
Dalam upaya menekan laju penurunan produksi di lapangan tua sekaligus mendukung ketahanan energi nasional, Subholding Upstream Pertamina menerapkan teknologi multistage fracturing pada sumur KB525 dan KB570 di Wilayah Kerja Rokan. Penerapan teknologi ini menjadikan Pertamina sebagai pionir penggunaan Multistage Fracturing di Indonesia.
Capaian kinerja tersebut juga didukung oleh sejumlah proyek strategis yang telah on stream sepanjang 2025. Proyek tersebut mencakup Proyek Sisi Nubi Area of Interest 1-3-5 yang dikelola Pertamina Hulu Mahakam, Proyek CEOR Lapangan Minas Area A Stage-1 oleh Pertamina Hulu Rokan, serta Proyek Lapangan Gas Senoro Selatan yang dikelola PHE Tomori Zona 13 Regional 4.
Baca Juga
BBM di SPBU Swasta Kembali Langka? Wamen ESDM Sarankan Beli dari Pertamina
Hermansyah menilai penyelesaian proyek-proyek strategis ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat produksi dan cadangan migas nasional. “Proyek-proyek ini tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi menjadi bukti bahwa teknologi dan inovasi perwira subholding upstream, mitra kerja, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi migas Indonesia,” katanya.
Menjelang penutupan 2025, sumur eksplorasi PPC-01 di Struktur Padang Pancuran yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang berhasil on stream dengan produksi melampaui target. Hingga Kamis (26/12/2025), realisasi produksi sumur PPC-01 tercatat mencapai 451,42 barel minyak per hari, melebihi target awal sebesar 400 barel minyak per hari.
Ke depan, PHE sebagai subholding upstream Pertamina akan terus mendorong eksplorasi dan pengembangan lapangan migas guna menjaga ketahanan energi nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

