WIKA Beton (WTON) Garap Paket CP205 MRT Jakarta Senilai Rp 409 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) berkontribusi dalam transformasi mobilitas perkotaan melalui kerja sama strategis dengan Larsen & Toubro Limited. Kolaborasi ini ditujukan untuk mendukung kontraktor terpilih, Sojitz Corporation Ltd, dalam pengerjaan proyek Trackwork MRT Jakarta Fase 2A Paket CP205 dengan nilai kontrak Rp 409 miliar.
Dalam lingkup proyek tersebut, WIKA Beton dipercaya mengerjakan Paket CP205 yang mencakup Railway Systems dan Track Work. Pekerjaan yang ditangani meliputi penyediaan bantalan jalan rel (BJR), produksi beton siap pakai (ready-mix), pemasangan jalur lintasan kereta, instalasi gardu induk, sistem distribusi tenaga listrik, pemasangan sistem power Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), hingga instalasi kabel tegangan tinggi bawah tanah berkapasitas 150 kV.
Secara agregat, perkembangan pembangunan MRT Jakarta Fase 2A per Desember 2025 telah mencapai 55,89%, melampaui target yang ditetapkan sebesar 53,29%. Sementara itu, progres Paket CP205 tercatat telah menyentuh 31,48%. Proyek ini membentang sepanjang 5,8 kilometer, menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota, dan ditargetkan rampung pada 2029. Jalur tersebut akan dilengkapi tujuh stasiun bawah tanah, yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
Baca Juga
Pendapatan Wika Beton (WTON) Tumbuh, Divisi Operasi Melonjak 359%
“Progres percepatan ini mencerminkan komitmen kami dalam mewujudkan solusi transportasi umum yang berkelanjutan dan mampu mengatasi tantangan kemacetan ibu kota. Kolaborasi strategis dengan Larsen & Toubro Limited membuktikan kapabilitas WIKA Beton dalam menangani proyek infrastruktur kompleks dengan standar internasional,” ujar Sekretaris Perusahaan WTON Yushadi dalam keterangannya Jumat, (23/1/2026).
Lebih lanjut, keterlibatan WIKA Beton dalam proyek MRT Fase 2A ini sejalan dengan komitmen perseroan terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap pengembangan transportasi publik rendah emisi sekaligus penciptaan nilai (value creation) yang berkelanjutan bagi pemangku kepentingan.

