Dorong 3 Juta Rumah, Semen Merah Putih (CMNT) Buka Peluang Garap Rusun Subsidi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) atau emiten semen Merah Putih membuka peluang untuk terlibat dalam rencana pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan perkotaan untuk mendorong Asta Cita program 3 juta rumah.
Director of Commercial & Logistic Semen Merah Putih, Surindro Kalbu Adi mengatakan, pihaknya siap mendukung rencana pembangunan rusun subsidi perkotaan seiring kesiapan pabrik anak perusahaan, yakni PT Motive Mulia (Beton Merah Putih) di Bojonegara, Banten dalam memasok produk di segmen hilir.
“Kalau bicara precast untuk highrise (gedung tinggi), semen Merah Putih sudah complete secara infrastruktur di pabrik kami di Bojonegara. Selama secara profitability dan price mencukupi, tentu kami akan berkolaborasi dengan pemerintah,” kata Surindro dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Baca Juga
3 Juta Rumah dan Peran Sentral BTN (BBTN), Ada Cerita Besar di Balik Angka
Surindro menyampaikan, perusahaan beton Merah Putih telah mendukung program 3 juta rumah sejak tahun lalu dengan pembangunan 608 unit rumah modular di Pabrik Gula, Merauke, Provinsi Papua. Seiring dengan itu, tak menutup kemungkinan perseroan ikut andil dalam memasok kebutuhan pembangunan rusun subsidi seperti rencana Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Kalau kita bicara tentang rusun, ini kita akan bicara tentang precast company (Beton Merah Putih). Tahun lalu kami sudah mulai diskusi, termasuk memperkenalkan rumah tapak teknologi dengan teknologi modular,” ujar dia.
Sebelumnya, Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan, pihaknya mempercepat penyusunan aturan baru terkait rusun subsidi. Langkah ini diambil menyusul rendahnya serapan rusun subsidi pada tahun lalu yang hanya mencapai tiga unit.
“Kita sedang godok (aturan) bagaimana (rusun subsidi) ini bisa jalan. Jadi antara rusun subsidi dan tapak itu pembiayaannya pasti berbeda. Kemudian juga konstruksi dan sebagainya pasti berbeda,” jelas Ara di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga
Proyek PSN dan 3 Juta Rumah Buka Peluang Besar Pertumbuhan Industri Pipa Nasional
Ia menyampaikan, Kementerian PKP saat ini menjajaki masukan dari berbagai pihak, mulai perbankan, pengembang, hingga masyarakat, sebelum aturan baru diterbitkan. Menurut Ara, regulasi rusun subsidi tidak bisa disamakan dengan rumah tapak bersubsidi jika pemerintah ingin meningkatkan penyalurannya.
Ara menilai rendahnya penyaluran rusun subsidi mencerminkan ketidaksesuaian regulasi yang berlaku. Ia menyoroti realisasi pada 2025 yang hanya mencatatkan tiga unit rusun subsidi tersalurkan.

