Salurkan 53.586 Ton Beras, Bulog Lipatgandakan Bantuan Pangan untuk Korban Sumatra
Bulog Lipatgandakan Bantuan Pangan untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) bergerak cepat menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terjadi sejak akhir November 2025.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa sejak bencana terjadi, Bulog langsung memobilisasi berbagai bentuk bantuan pangan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya beras, tetap terpenuhi.
“Total bantuan yang telah dimobilisasi Bulog, meliputi 53.586 ton beras bantuan bencana, 6.515 kiloliter minyak goreng, serta dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bulog Peduli,” ujar Ahmad Rizal dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga
Bulog Ajukan Usulan 'Margin Fee' Penguatan Pasokan Beras Jadi 10%
Selain itu, Bulog juga meningkatkan volume bantuan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan menteri pertanian selaku kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman. Arahan tersebut menekankan agar kebutuhan pangan di setiap provinsi, kabupaten, dan kota terdampak bencana dilipatgandakan hingga tiga kali lipat.
“Contohnya, Aceh sebelumnya mengajukan tambahan 10.000 ton beras. Kami tingkatkan menjadi 30.000 ton. Tujuannya agar benar-benar tidak ada masyarakat yang kekurangan dukungan bahan pangan, khususnya beras,” jelas Ahmad Rizal.
Sebagai bagian strategi respons cepat, Bulog menyiagakan stok beras di sejumlah titik transportasi utama. Di setiap bandara, seperti Bandara Banda Aceh, Bandara Lanud Soewondo di Sumatra Utara, serta Bandara Padang di Sumatra Barat, Bulog menyiapkan masing-masing 50 ton beras setiap hari. Langkah serupa juga dilakukan di pelabuhan-pelabuhan di masing-masing provinsi.
“Dengan sistem standby di bandara dan pelabuhan, apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, bantuan tidak perlu lagi didorong dari gudang. Begitu BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), kodam, atau polda membutuhkan, beras bisa langsung disalurkan,” papar dia.
Baca Juga
Bulog Bakal Terima Margin Fee 7% untuk Penyaluran Beras Satu Harga
Lebih lanjut dia menambahkan, skema quick response tersebut mendapat apresiasi dari kepala BNPB serta jajaran TNI dan Polri. Bantuan pangan pun dapat segera didorong ke wilayah-wilayah yang sempat terisolir, seperti Aceh Tengah, Takengon, Bener Meriah, hingga Langsa.
Terkait penguatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) di wilayah terdampak, Bulog memastikan ketersediaan pangan masih mencukupi untuk kebutuhan penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat.
“Sampai saat ini, cadangan beras pemerintah penanganan bencana alam tersalurkan 14.435 ton di wilayah Aceh, kemudian 5.098 ton di wilayah Sumut, dan 1.069 ton di wilayah Sumatra Barat,” ungkap Ahmad Rizal.

