Bulog Bakal Terima Margin Fee 7% untuk Penyaluran Beras Satu Harga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas menyebutkan pemerintah telah menetapkan margin fee atau keuntungan untuk Perum Bulog sebesar 7% untuk penyaluran beras satu harga.
Menurut Zulhas, kebijakan tersebut diambil berdasarkan keputusan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan juga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sebelumnya Bulog sempat mengusulkan kepada pemerintah agar bisa menikmati margin fee sebesar 10%.
"Nah, dihitung-hitung antara Menteri Keuangan, dari BPKP ketemu angka 10% diminta, tapi disetujuinya 7% nanti (Bulog) ngambil fee. Itu utamanya untuk menjamin agar (tercapai) beras satu harga di seluruh Indonesia," ucap Zulhas saat konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (12/1/2026).
Baca Juga
Beras Satu Harga Bakal Diterapkan Tahun Ini, Harga Beras Medium Bakal Seragam
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, margin yang diterima pihaknya sejak 2014 hanya sebesar Rp 50. Menurutnya, nilai tersebut untuk saat ini masih jauh dalam memenuhi kebutuhan operasional dan penyaluran beras ke seluruh Indonesia.
"Ya, kita awalnya mengajukan 10%, namun hasil pertimbangan kementerian keuangan dan lain sebagainya, menteri-menteri yang lain kita setujui jadi 7%. Nah 7% juga menurut kami sudah cukup mewadahi lah daripada dengan margin yang dari 2014 hanya Rp 50," tambah Rizal.
Lebih lanjut, Rizal menilai, margin fee sebesar 7% yang telah ditetapkan oleh pemerintah cukup untuk menyalurkan beras di seluruh Indonesia sebagai negara kepulauan. Kondisi tersebut, menurutnya, berbeda kondisinya dengan negara-negara lainnya.
"Penyaluran Bulog ini kan dari Sabang sampai Merauke, ini kan banyak pulau-pulau gitu, bukan kayak di Eropa atau di Amerika, di China. Itu kan mereka satu dataran, satu land yang tidak terputus. Jadi mereka mudah, cost-nya jadi lebih murah. Nah kita kan harus menggunakan kapal, menggunakan pesawat dan lain sebagainya," bebernya.

