Wamen PU: Tahap Awal Giant Sea Wall Jakarta Gunakan APBD DKI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU), Diana Kusumastuti menyampaikan, tahap awal pembangunan giant sea wall (GSW) Jakarta akan menggunakan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Demikian disampaikannya seusai rapat bersama Komisi V DPR di gedung parlemen, Jakarta, Selasa (30/1/2026).
Diana mengungkap, koordinasi awal terkait pembangunan GSW Jakarta telah dilakukan antara Kementerian PU, Pemprov DKI Jakarta, serta Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ). “Obrolan sudah ada, obrolan sudah ada. Tidak hanya dengan DKI tapi juga ada badan otorita,” kata dia.
Baca Juga
AHY Tekankan Giant Sea Wall Harus Dikaji Matang, Tak Boleh Tergesa-gesa
Menurut Diana, penanganan GSW Jakarta akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, fokus pembangunan diarahkan pada kawasan nelayan dan penanaman hutan mangrove. “Nah, dengan badan otorita dan Pemerintah Provinsi DKI untuk giant sea wall itu mungkin akan memangani kawasan nelayan dan mangrove dulu mungkin ya. Kan itu bertahap, tahapannya kan panjang dan banyak. Mungkin nanti bertahap-tahap dulu,” terang dia.
Diana menjelaskan, anggaran pembangunan GSW Jakarta berasal dari berbagai sumber. Namun, untuk tahap awal yang akan groundbreaking pada September 2026, menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. “Anggarannya bermacam-macam, tapi kalau yang dalam waktu dekat mungkin dari anggaran DKI,” kata Diana.
Terpisah, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemprov DKI Jakarta masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait pembangunan proyek giant sea wall (GSW) di wilayah pesisir utara Jakarta. Namun, ia mengungkap target groundbreaking akan dilaksanakan pada September 2026.
“Nah tentang giant sea wall, kami pemerintah Jakarta menunggu sepenuhnya arahan dari pemerintah pusat. Dahulu Jakarta ini kebagian 12 km, tetapi kemarin ditambahkan 7 km menjadi 19 km. Mau 12 km, mau 19 km, Jakarta akan mengerjakan. Namun, kapan dimulainya, rencananya groundbreaking-nya itu mulai bulan September tahun ini,” kata Pramono dalam acara groundbreakingentrance Stasiun MRT Harmoni, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).
Sambil menunggu pelaksanaan proyek GSW, Pramono menyampaikan Pemprov Jakarta saat ini fokus menyelesaikan pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di kawasan pantai utara Jakarta.
Baca Juga
Pramono Ungkap 'Groundbreaking' Giant Sea Wall Jakarta Dilakukan September 2026
Dia menuturkan, penyelesaian NCICD terus dilakukan secara bertahap, termasuk pada fase Ancol yang telah rampung dan kini memasuki tahap penataan kawasan. “Kemarin yang di fase Ancol, alhamdulillah sudah kami selesaikan, dan sekarang sedang kita lakukan beautifikasi,” ungkap Pramono.
Dalam penataan tersebut, Pramono meminta pembangunan tanggul tidak hanya berupa struktur beton semata, tetapi dilengkapi ruang terbuka hijau. “Karena saya minta semua yang seperti itu, jangan hanya berdiri tembok atau beton saja. Namun, ada tamannya,” tutur dia.

