Segini Estimasi Biaya Pembangunan Giant Sea Wall di Pesisir Utara Jakarta
JAKARTA, investortrust.id - Giant sea wall atau tanggul laut saat ini telah masuk dalam proyek strategis nasional (PSN). Oleh karena itu, pembangunan ini terus didorong pemerintah, khususnya di wilayah pesisir utara Jakarta, dengan biaya yang tidak sedikit.
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pembangunan giant sea wall di wilayah tersebut terdiri atas tiga fase yaitu pembangunan tanggul fase A, B, dan C.
“Berdasarkan data dari Kementerian PUPRsudah ada PMO (project manager office) untuk giant sea wall. Fase satu pembangunan tanggul pantai dan sungai, sistem pompa dan polder ini di wilayah Jakarta,” ujarnya, dalam Seminar Nasional, di Jakarta, Rabu (10/1/2023).
Baca Juga
Antisipasi Banjir Rob, Menhan Dorong Percepatan Pembangunan Giant Sea Wall
Pada fase A, difokuskan pada pembangunan tanggul pantai dan muara sungai pada 44,2 km lokasi kritis, di mana saat ini tersisa 33,3 km yang sedang dibangun oleh Kementerian PUPR dan Pemprov Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.
“Fase B itu konsep terbuka di wilayah Barat dan pesisir Jakarta. Dan fase C di wilayah timur Jakarta,” terang Airlangga.
Dalam proses pembangunannya, muncul estimasi detail terkait pendanaan yang dibutuhkan. Pada pembangunan tanggul fase A dibutuhkan anggaran setidaknya Rp 16,1 triliun.
Baca Juga
Lalu, untuk pembangunan tanggul fase B, estimasi anggarannya mencapai Rp 148 triliun. Namun Airlangga tidak menjelaskan estimasi biaya untuk pembangunan tanggul C. Sehingga jika dijumlahkan, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun tanggul fase A dan tanggul fase B berjumlah Rp 164,1 triliun.
“Ini total cost yang diperkirakan untuk wilayah Pantura. Ini hanya untuk tanggul saja. Banyak proyek yang bisa kita kembangkan dari sini,” kata Airlangga.

