Satgas Nataru Sukses, Pertamina Siap Hadapi Ramadan dan Idulfitri
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina (Persero) menutup Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Satgas Nataru dengan hasil yang dinilai sukses, lancar, dan terkendali. Keberhasilan ini menjadi barometer Pertamina dalam mempersiapkan Satgas Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, mengingat periode tersebut diperkirakan memiliki tingkat kompleksitas dan intensitas lebih tinggi.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius mengungkapkan hal tersebut dalam acara Penutupan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar di Jakarta pada Kamis (15/1/2026). Ia menekankan bahwa keberhasilan Satgas Nataru mencerminkan kesiapan perusahaan dalam menjaga pasokan dan layanan energi di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Melayani sepenuh hati menggambarkan perjalanan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bagi Pertamina. Di saat sebagian besar masyarakat Indonesia menikmati liburan, perwira Pertamina tetap siaga untuk mengamankan energi untuk Indonesia,” jelas Simon dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).
Baca Juga
Pertamina Geothermal Starts 55 MW Lumut Balai Unit 3 Project
Simon menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor kunci yang mendukung kesuksesan pelaksanaan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Menurutnya, kesiapan infrastruktur dan logistik energi terbukti mampu mengantisipasi lonjakan permintaan, pemantauan harian menjadi acuan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, serta koordinasi lintas fungsi dan lintas subholding berjalan efektif untuk menjaga kelancaran operasional.
Selama periode Satgas Natal dan Tahun Baru yang berlangsung dari 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026, permintaan bahan bakar minyak, liquefied petroleum gas (LPG), serta Avtur mengalami peningkatan. Pada sektor gasoline atau BBM jenis Pertamax Series, konsumsi meningkat 1% dibandingkan konsumsi rerata September hingga Oktober 2025, sementara Gasoil atau BBM jenis Solar dan Dex Series tercatat relatif stabil.
Konsumsi Avtur sebagai bahan bakar pesawat terbang meningkat 4%, yang salah satunya dipicu oleh pemberlakuan diskon Avtur Pertamina di 37 bandara sebagai dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga tiket pesawat. Kenaikan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru.
Permintaan LPG juga meningkat 4% seiring meningkatnya aktivitas rumah tangga serta sektor hotel, restoran, dan kafe selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kenaikan ini menunjukkan bahwa konsumsi energi domestik dan komersial bergerak seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan pariwisata.
Selain itu, pertumbuhan juga terlihat pada bisnis energi lainnya, termasuk penggunaan kapal distribusi yang lebih banyak beroperasi dibandingkan periode sebelum masa Satgas Nataru. Distribusi gas untuk pelanggan kecil dan komersial industri melalui jaringan gas turut bertumbuh, bahkan mencapai 14% dibandingkan Satgas Natal dan Tahun Baru pada tahun sebelumnya.
Simon menambahkan bahwa Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi titik awal bagi Pertamina untuk menghadapi tantangan persiapan Satgas Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah yang akan berlangsung. Menurutnya, momen Ramadan dan Idulfitri biasanya lebih intens karena lonjakan kebutuhan energi, mobilitas masyarakat yang lebih masif, serta kompleksitas distribusi yang meningkat secara nasional.
Baca Juga
Percepat Agenda Transisi Energi di RI, Pertamina Gandeng Raksasa Tiongkok
Untuk itu, Pertamina akan melakukan persiapan lebih dini dalam merencanakan Satgas Ramadan dan Idulfitri dengan memperkuat layanan dan pasokan, memastikan keandalan sarana dan fasilitas, serta mengoptimalkan monitoring digital dan sistem analisis untuk pengelolaan data. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keandalan pasokan energi di seluruh wilayah Indonesia. “Pertamina akan terus hadir dalam memastikan energi tersedia, aman, dan berkelanjutan, dengan satu komitmen yakni melayani dengan sepenuh hati,” jelas Simon.

