James Riady: Sektor Perumahan Penggerak Ekonomi 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Chairman Lippo Group James Riady menilai sektor perumahan memiliki peran strategis sebagai fondasi pembangunan nasional sekaligus penggerak ekonomi, termasuk untuk tahun ini.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Peningkatan Sinergi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Strategis Sektor Perumahan Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), dan dihadiri sektor perbankan, serta pelaku industri perumahan.
James menyampaikan apresiasi kepada Menteri PKP Maruarar Sirait beserta jajaran kementerian atas terselenggaranya pertemuan tersebut. Menurutnya, forum tersebut penting untuk menegaskan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam membangun sektor perumahan.
“Pertemuan ini sangat penting, bukan karena satu program tertentu atau satu kebijakan spesifik, melainkan karena pertemuan ini menegaskan semangat kebersamaan, keselarasan, dan tanggung jawab bersama dalam membangun sektor perumahan di Indonesia di tahun 2026,” kata James di kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Ia menuturkan, perumahan tidak hanya dipandang sebagai satu sektor pembangunan, melainkan fondasi bagi keluarga, kota, produktivitas, dan masa depan bangsa.
Ihwal itu, sektor perumahan harus digerakkan sebagai satu ekosistem yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, dan masyarakat. “Perumahan ini bukan sekadar satu sektor pembangunan. Perumahan adalah fondasi bagi keluarga, fondasi bagi kota, fondasi bagi produktivitas, dan pada akhirnya fondasi bagi masa depan bangsa kita,” tutur James.
Baca Juga
James Riady: Dalam Dunia yang Terfragmentasi, Indonesia Justru Semakin Menarik
Gerakkan Ekosistem
James turut menyoroti kepemimpinan Maruarar di Kementerian PKP dalam setahun terakhir yang dinilainya berperan aktif dalam mengoordinasikan seluruh pemangku kepentingan. Ia menyebut, sektor perumahan tidak dapat bergerak hanya dengan regulasi, melainkan membutuhkan kepemimpinan yang mampu menggerakkan ekosistem.
“Di bawah kepemimpinan Menteri kita, Pak Maruarar Sirait, Kementerian PKP tidak hanya berfungsi sebagai regulator, tetapi juga sebagai penggerak, pemersatu, dan penyemangat nasional bagi agenda perumahan,” kata James.
Lebih lanjut, James menyampaikan, sektor perumahan kini telah menjadi perhatian langsung Presiden RI Prabowo Subianto dan masuk dalam agenda strategis nasional. Selain itu, kata dia, koordinasi antarpelaku dinilai dilakukan lebih awal dan proaktif, serta perumahan mulai dipandang sebagai penggerak ekonomi dan pencipta lapangan kerja.
“Perumahan kini dilihat bukan hanya sebagai program sosial, tetapi sebagai penggerak ekonomi, pencipta lapangan kerja yang begitu penting, dan pembentuk masa depan perkotaan di Indonesia,” tandas James.
Memasuki 2026, James menilai arah kebijakan sektor perumahan sudah jelas, dengan tantangan utama berada pada tahap implementasi. Ia juga menyoroti potensi besar pasar perumahan, termasuk segmen non subsidi atau komersial, yang dinilai memiliki permintaan tinggi.
Terakhir, James menyampaikan harapannya agar ke depan terdapat konsistensi daripada kebijakan lintas kementerian dan lembaga (K/L), kebijakan-kebijakan yang realistis, serta dialog berkelanjutan antar pemangku kepentingan.
“Pertemuan hari ini mengirimkan pesan kuat bahwa sektor perumahan di Indonesia memasuki tahun 2026 dengan semangat kebersamaan dan keseriusan yang baik,” pungkasnya.
Baca Juga
Satgas Perumahan Usul Aset Properti Perumnas–BUMN Karya Masuk BP3R, Ini Alasannya

