James Riady Dorong Anggota Kadin Bikin Perumahan Rakyat di Tengah Ancaman Krisis Global
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James Riady, mendorong anggota Kadin Indonesia untuk membangun perumahan rakyat di tengah krisis global yang kompleks. Ia menyebut situasi saat ini sebagai “perang besar” yang tidak hanya bersifat militer, tetapi juga meliputi perang mata uang, pasar modal, dan teknologi.
“Ini sungguh-sungguh peperangan. Sekarang yang terjadi adalah perang mata uang, pasar modal, dan cyber war,” ujar James dalam forum diskusi bulanan Kadin Indonesia di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Menurutnya, dominasi kapitalisasi pasar Amerika Serikat (AS) yang mencapai 70% dari pasar global menunjukkan ketidakseimbangan yang memicu kekhawatiran dunia internasional. James menyoroti risiko serius terhadap dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia.
“Kalau dolar jatuh, bukan hanya Amerika yang terdampak. Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, juga akan terkena imbas,” katanya.
Lebih lanjut, James menilai bahwa aset riil seperti properti, emas, dan bitcoin akan menjadi alternatif utama perlindungan nilai. Melihat dinamika tersebut, bos Lippo Group itu menekankan pentingnya sektor perumahan rakyat sebagai solusi konkret untuk memperkuat perekonomian domestik.
Baca Juga
Kadin Sebut Kebijakan Tarif Trump Ubah Tatanan Ekonomi Dunia dan Asumsi APBN 2025
James juga menyebut sektor ini mampu menyerap tenaga kerja besar dan memberikan dampak ekonomi luas, terutama di masa ketidakpastian global.
“Satu rumah bisa menyerap 4 sampai 6 orang tenaga kerja langsung. Belum termasuk dampak ke infrastruktur dan utilitas lain,” ujarnya.
Di sisi lain, pengusaha 68 tahun itu turut mengapresiasi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Indonesi, Maruarar Sirait, yang saat ini berhasil meningkatkan kuota rumah subsidi menjadi 350 ribu unit. Bahkan target ini menjadi target tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.
James mengungkap rencana pengembangan rumah subsidi baru dengan skema cicilan ringan. Cicilan satu kamar dirancang mulai dari Rp 650 ribu per bulan dan dua kamar sekitar Rp 800 ribu.
“Ini jauh lebih murah dari kos-kosan. Kalau ini jalan, akan booming,” ungkapnya di hadapan sejumlah Wakil Kedua Kadin Daerah.
Ia juga mengajak anggota Kadin untuk berperan aktif menyediakan lahan dan membangun rumah terjangkau. Tanah-tanah non-strategis yang tidak cocok untuk hotel atau pusat perbelanjaan bisa diarahkan ke proyek perumahan.
“Lupakan sementara proyek mal atau hotel. Fokuslah ke rumah rakyat. Ini akan menggerakkan ekonomi daerah,” ujar James. Ia juga menyoroti lemahnya peran perbankan dalam mendukung sektor ini, yang dinilai masih terlalu administratif.
James turut menyerukan agar pengusaha tidak hanya sibuk berorganisasi, tetapi juga kembali ke esensi bisnis. “Situasi global memang berat, tapi kita tidak bisa diam. Mulailah membangun dari sekarang,” pungkasnya.

