Bank Tanah Garap 20.000 Ha Lahan di Bengkulu untuk Optimalkan Investasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Bank Tanah (BBT) merencanakan optimalisasi lahan potensial seluas sekitar 20.000 hektare (ha) di Provinsi Bengkulu. Upaya tersebut ditujukan untuk mendukung pemerataan investasi serta menyediakan ruang bagi pengembangan sektor produktif di daerah.
Rencana tersebut disampaikan setelah Plt Badan Bank Tanah Hakiki Sudrajat menandatangani nota kesepahaman bersama Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
“Untuk total lahan yang dikerjasamakan saat ini masih diidentifikasi. Tadi sudah disampaikan dalam paparan, tetapi perkiraan sekitar 20.000-an hektare,” kata Hakiki kepada wartawan.
Baca Juga
Badan Bank Tanah dan Desa Kutuh Bali Kerja Sama Kelola 5.000 m2 Lahan Pariwisata
Pada tahap awal, tindak lanjut nota kesepahaman ini akan mencakup sinergi pemanfaatan bersama antara Badan Bank Tanah dan Pemerintah Provinsi Bengkulu atas hak pengelolaan lahan (HPL) seluas 397 ha di wilayah Bengkulu.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyatakan, kerja sama tersebut diharapkan mendorong berbagai program pembangunan di Provinsi Bengkulu, khususnya di sektor infrastruktur, pelayanan publik, dan pengembangan ekonomi daerah.
Menurut Helmi, lahan yang dikerjasamakan akan dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan industri guna mendukung program hilirisasi komoditas, seperti kopi dan kelapa sawit. Selain itu, Pemprov Bengkulu juga merencanakan pengembangan tempat pembuangan akhir (TPA).
Baca Juga
“Kami ucapkan terima kasih dan kami berharap bisa mengoptimalkan tanah negara agar punya nilai ekonomi dan sosial yang lebih tinggi. Apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Tanah atas sinergi yang terjalin saat ini,” ucap Helmi.
Realisasi investasi di Provinsi Bengkulu pada kuartal II 2025 tercatat sebesar Rp 901 miliar atau meningkat 12,26% dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada kuartal III 2025 mencapai 4,56% secara tahunan (yoy).

