Tertinggi Sepanjang Masa, Harga Emas Antam (ANTM) Naik ke 2,665 Juta
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Rabu (14/1/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,665 juta atau naik Rp 13.000 dari Selasa (13/1/2026) Rp 2,652 juta per gram setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini.
Pencapaian hari ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH). Adapun rekor sebelumnya berada di level Rp 2,652 juta per gram yang dicetak pada Selasa 13 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,513 juta atau naik Rp 10.000 dari sebelumnya Rp 2,503 juta.
Pergerakan harga emas Antam di tengah harga emas dunia yang mencapai rekor tertinggi pada Selasa (13/1/2026). Harga emas spot stabil di US$ 4.591,49 per ons setelah sempat menyentuh rekor tertinggi US$ 4.634,33 pada awal sesi perdagangan. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup melemah 0,3% di level US$ 4.599,10 per ons.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Cetak Rekor Baru Rp 2,631 Juta per Gram
Pergerakan harga emas tersebut terjadi di tengah rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang lebih rendah dari ekspektasi pasar, sehingga memicu kembali spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Kondisi ini memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter.
Data menunjukkan CPI inti AS naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan pada Desember, lebih rendah dibandingkan ekspektasi analis masing-masing sebesar 0,3% dan 2,7%. Angka ini memperkuat keyakinan bahwa tekanan inflasi mulai mereda, membuka ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter.
Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan dorongannya agar suku bunga dipangkas secara signifikan setelah data inflasi dirilis. Pernyataan tersebut menambah tekanan politik terhadap Fed yang saat ini berada dalam sorotan publik.
Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari 2026. Namun, investor saat ini mengantisipasi dua kali penurunan suku bunga sepanjang tahun ini. Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan emas batangan karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga
Tekanan Trump pada Ketua The Fed Dorong Emas ke Level Tertinggi Sepanjang Sejarah
Di sisi geopolitik, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif 25% terhadap negara-negara yang berdagang dengan Iran. Ancaman ini berisiko membuka kembali ketegangan dengan Beijing sebagai mitra utama Teheran. Pada saat yang sama, Rusia dilaporkan menyerang sejumlah kota di Ukraina dengan rudal dan drone, menambah tekanan pada stabilitas global.
Seiring meningkatnya ketidakpastian tersebut, Commerzbank menaikkan proyeksi harga emas akhir 2026 menjadi US$ 4.900 per ons. Langkah ini mencerminkan pandangan bank tersebut bahwa risiko geopolitik dan pelonggaran kebijakan moneter akan terus mendukung reli emas.
Di pasar derivatif, CME Group pada Senin (12/1/2026) menyatakan akan menyesuaikan penetapan margin untuk logam mulia guna mengantisipasi lonjakan volatilitas pasar. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas perdagangan di tengah pergerakan harga yang ekstrem.
Berikut harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,382 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,665 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,270 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,880 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,100 juta
- Emas 10 gram: Rp 26,145 juta
- Emas 25 gram: Rp 65,237 juta
- Emas 50 gram: Rp 130,395 juta
- Emas 100 gram: Rp 260,712 juta
- Emas 250 gram: Rp 651,515 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,302,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,605,600 miliar.

