Menteri Ara dan Mendagri ke Aceh Tinjau Penanganan Darurat dan Pembangunan Hunian
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) dijadwalkan bertolak ke Aceh pada Sabtu (10/1/2026) bersama sejumlah menteri dan anggota DPR untuk meninjau langsung penanganan darurat serta pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.
“Besok pagi, saya ke Aceh bersama Pak Mendagri (Tito Karnavian) dan beberapa menteri, bersama teman-teman dari DPR. Mohon doanya semoga kita bisa segera jalan,” kata Ara saat ditemui seusai menghadiri Syukur Awal Tahun Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) 2026 di GRHA Oikoumene, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga
Waskita (WSKT) Serahkan 600 Huntara di Aceh, Percepatan Pemulihan Pascabencana
Ia mengatakan, pemerintah saat ini masih berada dalam fase tanggap darurat di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatra. Selain Aceh, pembangunan hunian tetap (huntap) juga dilakukan di Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Menteri Ara menyampaikan, pembangunan hunian tetap telah dilakukan di Sumatra Utara di empat titik dan groundbreaking huntap sebanyak 1.003 unit. “Kita sudah mulai membangun hunian tetap di Sumatra Utara, groundbreaking tiga minggu yang lalu,” papar dia.
Menurut Ara, pemerintah segera membangun huntap dan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Sumatra Barat. Seluruh lokasi pembangunan, kata dia, telah melalui proses pendataan selama tiga minggu terakhir.
Ara menjelaskan, persiapan pembangunan hunian tersebut telah dibahas bersama Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, serta Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria, termasuk dengan melibatkan sejumlah perusahaan BUMN. “Hunian tetap itu memang tugas pokok kita. Lokasi-lokasi juga sudah didata dengan baik,” kata Ara.
Ia menambahkan, pendanaan pembangunan hunian bagi korban bencana bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dukungan gotong royong masyarakat. “Ini begitu banyak bantuan dukungan, baik dari APBN maupun dari gotong royong masyarakat,” imbuh Ara.
Ia berharap pembangunan huntap dan huntara dapat direalisasikan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh dan wilayah Sumatra lainnya.
Baca Juga
PU Pastikan Akses Jalan di Sumatra Utara Berangsur Fungsional Pascabencana
Pemerintah telah memulai pembangunan 1.050 unit huntara bagi warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November. "Per 28 Desember 2025, pembangunan rumah sementara di provinsi-provinsi yang terdampak telah dimulai, dengan total 1.050 unit yang sedang dibangun atau sudah selesai," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, Kementerian PKP bersama Yayasan Buddha Tzu Chi tengah membangun 2.603 huntap bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra. Pembangunan 2.603 unit huntap tersebut seluruhnya bersumber dari dana corporate social responsibility (CSR) dan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Total ada 2.603 unit hunian tetap yang dibangun tanpa APBN. Sebanyak 2.500 unit didukung Yayasan Buddha Tzu Chi dan 103 unit merupakan inisiatif pribadi saya,” ungkap Ara.

