Menperin: Industri Manufaktur RI Tumbuh 5,17%, Harus Jadi Motor Ekonomi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas atau manufaktur sepanjang triwulan I-III 2025 adalah sebesar 5,17%. Angka ini disebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,04%.
"Yang kita inginkan itu adalah sektor manufaktur itu justru yang menarik ekonomi, bukan ekonomi yang menarik manufaktur, tapi manufaktur yang harus menarik ekonomi," ucap Menperin Agus saat konferensi pers di Kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Lebih rinci, kontribusi investasi industri manufaktur adalah sebesar 38,49% atau senilai Rp 552 triliun. Kemudian, dari segi kontribusi tenaga kerja, serapan yang terjadi sepanjang 2025 adalah sebanyak 20,26 juta orang atau sebesar 13,83% dari total jumlah tenaga kerja nasional.
Baca Juga
Sektor Manufaktur Harus Jadi "Jenderal" Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pada tahun ini, kontribusi industri pengolahan nonmigas atau manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 17,27%. Sementara itu, dari segi utilisasi atau keterpakaian produksi baru mencapai 61,2% sepanjang 2025.
Selanjutnya, dari sisi kinerja manufacturing value added (MVA), Indonesia tembus US$ 265,07 atau setara Rp 4.400 triliun pada 2024 kemarin. Capaian tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-13 dunia, dan bahkan melebihi MVA Thailand untuk di kawasan Asia Tenggara.
Untuk kawasan ASEAN, MVA Thailand berada di urutan kedua dengan nilai US$ 128,04 miliar. Selain itu, Indonesia juga mengungguli Vietnam dengan angka US$ 116,38 miliar di posisi ketiga, dan Malaysia dengan nilai MVA US$ 94,93 miliar di posisi keempat.
"Jadi kalau kita lihat dari data ini, sudah dengan mudah menggambarkan bahwa size ekonomi kita, size manufaktur kita, termasuk penciptaan MVA kita jauh lebih besar," ungkap politikus Partai Golkar tersebut.

