Genjot Produksi Minyak, SKK Migas dan Petrogas Mulai Proyek CEOR Walio di Papua
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIgas) bersama Petrogas (Basin) Ltd. melaksanakan injeksi perdana proyek pilot Walio Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Walio, Wilayah Kerja (WK) Kepala Burung, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, sebagai langkah strategis meningkatkan perolehan minyak dari lapangan yang telah berproduksi puluhan tahun.
Proyek peningkatan minyak dengan metode penyuntikan bahan kimia tertentu ke dalam reservoir ini merupakan bagian pemenuhan komitmen kerja pasti WK Kepala Burung. Prosesi injeksi perdana yang dilakukan Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus ini menandai dimulainya tahapan penting dalam implementasi teknologi CEOR di wilayah tersebut.
"Proyek ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kewajiban kerja pasti, tetapi diharapkan mampu menghasilkan kinerja teknis yang memenuhi kriteria keberhasilan proyek percontohan," kata Rikky Rahmat Firdaus dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga
Dari Bandara ke Lokasi Banjir Sumatra, Begini Aksi Cepat ESDM–SKK Migas
Keberhasilan proyek percontohan ini, lanjut Rikky, akan membuka jalan bagi pengembangan CEOR skala komersial di Lapangan Walio. Pengembangan tersebut, bersama dengan struktur-struktur baru hasil kegiatan eksplorasi, diharapkan menambah cadangan baru, meningkatkan tingkat produksi, serta memperpanjang usia produksi WK Kepala Burung. Dampak lanjutan pengembangan ini diharapkan memberikan keuntungan bagi operator serta meningkatkan penerimaan negara, sekaligus menggerakkan industri dan jasa penunjang di sektor hulu minyak dan gas bumi.
“Proyek membuktikan bahwa lokasi remote dan jauh bukan hambatan karena dengan komitmen, dedikasi dan kerja keras, semua persiapan proyek dapat dilaksanakan dengan baik,” kata Rikky.
Ia berharap pelaksanaan proyek ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lain yang mengoperasikan lapangan-lapangan potensial enhanced oil recovery (EOR) di wilayah dengan infrastruktur hulu migas lebih mapan, seperti Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.
President RH Petrogas Companies in Indonesia Ferry Hakim menyampaikan bahwa proyek percontohan EOR ini merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan komitmen kerja pasti WK Kepala Burung sekaligus upaya Petrogas (Basin) Ltd. untuk mengoptimalkan produksi minyak di Lapangan Walio.
“Kesuksesan proyek ini akan membuka peluang besar bagi Petrogas (Basin) Ltd. dalam mengembangkan penerapan CEOR di area yang lebih luas, memperkuat rencana jangka panjang untuk meningkatkan produksi minyak dan memaksimalkan oil recovery,” jelasnya.
Proyek CEOR Walio dilaksanakan dengan pola injeksi lima titik yang terdiri dari satu sumur injeksi dan empat sumur produksi. Injeksi diarahkan ke zona reservoir Kais, yakni reservoir karbonat yang telah memasuki tahap produksi matang dan telah beroperasi selama lebih dari empat dekade. Reservoir ini merupakan sumber utama produksi minyak di Wilayah Kerja Kepala Burung.
Baca Juga
SKK Migas dan Petrogas Mulai Proyek CEOR Walio, Dorong Peningkatan Produksi Migas Indonesia Timur
Pelaksanaan proyek percontohan tersebut didukung pengoperasian fasilitas permukaan khusus, termasuk unit injeksi surfaktan dan polimer, sistem pengolahan air, serta jaringan flowline pendukung. Secara keseluruhan, implementasi proyek percontohan ini diperkirakan berlangsung selama sekitar 30 hingga 35 bulan sejak dimulainya injeksi hingga penyelesaian evaluasi teknis akhir.
Lapangan Walio dikenal sebagai lapangan minyak terbesar yang pernah ditemukan di kawasan Indonesia bagian timur. Lapangan ini berlokasi sekitar 3 kilometer dari fasilitas Kasim Marine Terminal dan menjadi salah satu area produksi utama di dalam Wilayah Kerja Kepala Burung production sharing contract (PSC).

