4.516 SPKLU Siap Antisipasi Lonjakan Pemudik Mobil Listrik pada Nataru
Dirut PLN Tinjau Langsung Kesiagaan SPKLU di Berbagai Titik Krusial, Pastikan Mudik Nataru 2025-2026 Terkendali
Poin Penting
|
JAKARTA, investprtrust.id - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo meninjau langsung kesiagaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai lokasi krusial. Peninjauan ini dilakukan sebagai antisipasi lonjakan penggunaan kendaraan listrik (electrical vehicle/EV) selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.
Secara nasional, pihaknya menyiagakan 4.516 unit SPKLU yang tersebar di 2.935 titik strategis di berbagai wilayah.
Berdasarkan data PLN, jumlah pemudik yang menggunakan EV roda 4 diperkirakan meningkat signifikan, dari sekitar 12.000 mobil pada tahun lalu menjadi sekitar 26.000 mobil pada tahun ini.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, PLN menyiagakan SPKLU sebagai bagian antisipasi lonjakan penggunaan kendaraan listrik selama periode Nataru, agar layanan pengisian listrik dapat berjalan lancar,” ujar Darmawan saat meninjau kesiapan SPKLU rest area 228 A Cirebon, Jawa Barat, Kamis (24/12/2025).
Dia menjelaskan bahwa secara nasional, pihaknya menyiagakan 4.516 unit SPKLU yang tersebar di 2.935 titik strategis di berbagai wilayah guna memastikan ketersediaan layanan pengisian daya kendaraan listrik tetap andal bagi masyarakat.
Baca Juga
Mobil Listrik Aman Naik Kapal Ferry, ASDP Siapkan SOP dan SPKLU di Pelabuhan
Darmawan menyebut, ribuan SPKLU yang disiagakan di berbagai lokasi strategis dilengkapi dengan layanan pengisian ultra fast charging, fast charging, medium charging, dan standard charging, serta tersebar tidak hanya di rest area, tetapi juga pusat kota, pusat perbelanjaan, perkantoran, dan fasilitas publik lainnya.
“Penempatan SPKLU di lokasi-lokasi kunci ini merupakan langkah strategis PLN untuk memastikan mobilitas pemudik EV tetap lancar dan terencana. Dengan kesiagaan menyeluruh, kami dapat mengantisipasi lonjakan penggunaan EV sekaligus mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” ucap dia.
Lebih lanjut, Darmawan menjelaskan bahwa tahun ini PLN juga menambah jumlah SPKLU di jalur mudik Sumatra–Jawa–Bali hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu, untuk mengantisipasi potensi antrean pengisian daya. Secara total, terdapat 1.515 unit SPKLU yang tersebar di 865 titik, baik di ruas tol maupun non-tol, di sepanjang jalur mudik tersebut.
Darmawan menambahkan bahwa jarak antar-SPKLU juga semakin rapat, dengan rata-rata sekitar 22 kilometer, sehingga perjalanan mudik pengguna kendaraan listrik dapat berlangsung lebih nyaman tanpa kekhawatiran kehabisan daya. “Dengan demikian, PLN tidak hanya meningkatkan kenyamanan perjalanan, tetapi memperkuat kesiapan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik secara berkelanjutan di seluruh jalur mudik,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa PLN juga menyediakan fitur Trip Planner di PLN Mobile untuk memudahkan pengguna mencari lokasi SPKLU, sekaligus didukung layanan pengaduan 24 jam.
Baca Juga
PLN Pastikan SPKLU Siap Layani Pemudik Nataru 2025-2026, Sudah Uji Perjalanan Lampung-Surabaya
Pada Desember 2025, PLN meluncurkan fitur Antreev di PLN Mobile, yang memungkinkan pemantauan antrean SPKLU secara real-time. Fitur ini mengintegrasikan antrean terjadwal sehingga pengisian listrik bisa dilakukan lebih terencana dan nyaman bagi pengguna.
Untuk mengantisipasi pengguna EV yang kehabisan daya di jalan, PLN juga menyiapkan sebanyak 15 unit SPKLU Mobile, yaitu unit pengisian daya EV yang tidak dipasang secara permanen di satu lokasi dan bisa dipindahkan sesuai kebutuhan. SPKLU Mobile bersifat borderless sehingga dapat bergerak lintas kota dan provinsi yang bersiaga di sejumlah jalur mudik krusial agar respons dapat dilakukan dengan cepat.

