Produksi di Blok West Kampar Tembus 1.000 BOPD, SKK Migas Beri Pujian
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto melakukan kunjungan kerja ke Lapangan Pendalian di Blok West Kampar, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Selasa (23/12/2025), di tengah upaya pemerintah menjaga capaian produksi minyak nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Djoko Siswanto mengapresiasi kinerja PT APG Westkampar Indonesia (APGWI), perusahaan minyak nasional yang mengelola Blok West Kampar, setelah produksi minyak Lapangan Pendalian meningkat hingga melampaui 1.000 barel minyak per hari (barrels oil per day/BOPD).
Djoko Siswanto menilai capaian tersebut mencerminkan kinerja operasional yang solid serta komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan potensi lapangan minyak dan gas bumi eksisting. Menurut dia, peningkatan produksi ini juga berkontribusi langsung terhadap target produksi minyak nasional yang telah ditetapkan pemerintah.
Baca Juga
Inovasi Insan Hulu Migas, PHE Bukukan 'Value Creation' Rp 3,7 Triliun
“Peningkatan produksi di Lapangan Pendalian hingga melampaui 1.000 BOPD merupakan capaian yang patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, efisiensi, dan inovasi, lapangan migas tetap dapat berkontribusi signifikan terhadap pencapaian target produksi tahunan nasional,” ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dikutip Kamis (24/12/2025).
Peningkatan produksi minyak di Lapangan Pendalian dicapai melalui serangkaian langkah strategis yang dilakukan operator. Perusahaan mengoptimalkan sumur-sumur produksi, meningkatkan keandalan fasilitas, serta menerapkan teknologi dan praktik operasi yang efisien dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.
Manajemen PT APG Westkampar Indonesia menyampaikan apresiasi atas kunjungan serta dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan SKK Migas, dalam menjaga keberlanjutan operasi hulu migas di wilayah Rokan Hulu.
Direktur Utama PT APG Westkampar Indonesia Adi Prasetyana menjelaskan bahwa peningkatan produksi dilakukan melalui program reaktivasi dan pengembangan sumur minyak yang ada di Lapangan Pendalian. “Dengan demikian, total sumur eksisting yang saat ini dikelola PT APG Westkampar Indonesia berjumlah 12 sumur,” jelas Adi Prasetyana.
Ke depan, APGWI akan terus melanjutkan program pengembangan dan optimalisasi Lapangan Pendalian guna mempertahankan serta meningkatkan produksi minyak. Langkah tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk mencapai target produksi minyak nasional secara berkelanjutan.
Baca Juga
Pemerintah Serahkan 80 Sertifikat BMN 652 Ha ke Hulu Migas Pertamina
Saat pertama kali mengambil alih pengelolaan lapangan pada Januari 2023, produksi APGWI tercatat sekitar 200 BOPD. Seiring dengan implementasi berbagai program peningkatan kinerja, produksi tersebut terus meningkat hingga kini menembus lebih dari 1.000 BOPD.
APGWI menegaskan komitmennya untuk menjalankan kegiatan usaha hulu migas secara efisien, aman, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi aktif dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

