Inovasi Insan Hulu Migas, PHE Bukukan 'Value Creation' Rp 3,7 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menggelar Forum Presentasi Upstream Innovation & Improvement Awards (UIIA) 2025 sebagai ajang apresiasi inovasi insan hulu migas yang mendorong efisiensi, penciptaan nilai, dan penurunan emisi karbon, dengan total value creation mencapai Rp 3,7 triliun. Forum tahunan ini menegaskan peran inovasi berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan daya saing bisnis hulu migas.
"Kegiatan ini menjadi wadah kompetisi sekaligus berbagi praktik terbaik lintas fungsi, yang diarahkan untuk menghasilkan inovasi aplikatif dengan dampak nyata bagi kinerja perusahaan dan agenda keberlanjutan," kata Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Awang Lazuardi saat membuka Forum UIIA 2025 dalam keterangannya, Minggu (21/12/2025).
UIIA 2025 mengusung tema “BISA (Big Impact Through Small Act): Innovation in Motion for a Sustainable Future”. Tema tersebut mencerminkan tekad subholding upstream untuk menggerakkan inovasi secara konsisten, dengan keyakinan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang bermakna dan terukur.
Baca Juga
2025 menandai tahun ketiga kolaborasi Continuous Improvement Program (CIP) dengan Tim Cost Optimization Upstream (OPTIMUS) dalam proses verifikasi value creation. Forum ini diikuti 108 delegasi terbaik CIP dari seluruh entitas subholding upstream yang tidak hanya berkompetisi, tetapi juga bertukar pengetahuan guna mempercepat replikasi inovasi bernilai tambah.
Hasil verifikasi terhadap 108 tema CIP terbaik menunjukkan peningkatan signifikan. Value creation cost real tercatat sebesar Rp 3,7 triliun, yang berasal dari penghematan biaya sebesar Rp 956 miliar, pertumbuhan pendapatan sebesar Rp 2,3 triliun, serta cost avoidance sebesar Rp 374 miliar. Capaian ini turut berkontribusi pada efisiensi operasional dan penguatan kinerja keuangan.
“Kehandalan subholding upstream kembali terbukti di 2025 ini melalui capaian luar biasa para inovator di berbagai forum internasional. Melalui UIIA tahun 2025 saya mengajak seluruh perwira untuk melakukan impactful change, terus berinovasi melakukan perbaikan berkelanjutan dan mendorong ruang keberlanjutan bisnis di masa depan,” kata dia.
Forum UIIA 2025 menyoroti beragam inisiatif strategis, mulai dari pengembangan teknologi ramah lingkungan, percepatan digitalisasi operasi, hingga inovasi bisnis yang membuka peluang pertumbuhan baru. Seluruh inisiatif tersebut dirancang untuk meningkatkan keandalan operasi sekaligus mendukung agenda transisi energi dan target produksi jangka panjang.
"Mari kita semua menjadi agent of innovation yang bekerja sama dan berkolaborasi Untuk mendukung pencapaian di 2030 yakni target 1 juta barel per day produksi minyak, 4 BSCFD produksi gas dan 7 tahun reserve to production," tegas Awang.
Baca Juga
Mantan Pejabat Kilang Pertamina Indonesia Bantah Ada Hubungan dengan Kerry Riza soal Sewa Kapal
Dengan semangat inovasi yang terus bergerak, Subholding Upstream Pertamina menyatakan optimisme untuk berkontribusi signifikan terhadap ketahanan energi nasional dan masa depan energi berkelanjutan.
“Forum UIIA 2025 menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen Subholding Upstream dalam mendorong budaya inovasi, kolaborasi, dan penciptaan nilai berkelanjutan,” ujar Vice President Human Capital Subholding Upstream Muhammad Sodiqin.
Selain kontribusi finansial, Forum UIIA 2025 mencatat 9.036 learning hours sebagai implementasi tata nilai AKHLAK dalam pengembangan kompetensi dan pembelajaran berkelanjutan. Kegiatan ini juga memberikan dampak lingkungan positif dengan perolehan Sertifikat Penurunan Emisi sebesar 700 ton CO₂ ekuivalen, yang mendukung proyek pemanfaatan ;imbah palm oil mill effluent (POME) menjadi biogas pada Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei.

