Pasokan Susu dan Ayam untuk MBG 2026 Diperluas, Pemerintah Kejar Produksi Dalam Negeri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah berencana menaikan pasokan susu dan daging ayam untuk mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Hal ini seiring dengan bertambahnya jumlah satuan layanan dan penerima manfaat.
Direktur Kesehatan Hewan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Wirata mengatakan, distribusi susu, daging ayam, telur, dan komoditas protein hewani lain akan diperluas mengikuti target pengoperasian sekitar 30.000 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPBG/SBBG). Ia menyebut jumlah penerima manfaat MBG diperkirakan mencapai 82,9 juta orang.
“Seiring bertambahnya operasional SPBG, kebutuhan pasti meningkat, karena itu kami upayakan produksi dalam negeri bisa mengakses SPBG-SPBG tersebut, baik untuk susu, daging ayam, maupun telur,” ujar Wirata kepada investortrust.id di Jakarta, Senin (15/12/2025).
Baca Juga
Untuk komoditas daging ayam dan telur, Wirata menegaskan Indonesia berada dalam posisi relatif aman. Secara nasional, produksi daging ayam telah surplus. Pada 2024, kebutuhan daging ayam nasional tercatat sekitar 3,72 juta ton per tahun, sementara produksi mencapai 3,84 juta ton, atau surplus sekitar 0,12 juta ton.
Namun, menurut Wirata, sekitar 80% kebutuhan susu nasional saat ini masih dipenuhi dari impor. Kondisi ini dinilai tidak berkelanjutan jika ketergantungan terus dibiarkan.
“Strategi besar pemerintah adalah menambah populasi sapi perah. Artinya, kita perbanyak sumber produksi susunya. Dengan begitu, produksi dalam negeri meningkat dan ketergantungan impor berkurang secara bertahap,” jelasnya.
Ia menambahkan, target jangka panjangnya adalah mencapai tingkat kemandirian produksi susu di atas 80-90%, sehingga Indonesia dapat menuju swasembada. Selain persoalan produksi, distribusi juga menjadi pekerjaan rumah, khususnya untuk daging ayam dan telur.
Wirata mengakui pasokan masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sementara wilayah, seperti Papua dan Maluku menghadapi keterbatasan akses. Oleh sebab itu, pemerintah telah merencanakan pembangunan sentra produksi terintegrasi ayam pedaging dari hulu hingga hilir di sekitar 30 provinsi.
Baca Juga
Sentra ini pun diharapkan memudahkan SPBG memperoleh bahan baku MBG secara merata. “Harapannya, di mana pun baik di Jawa maupun luar Jawa, pasokan mudah didapat dan harga bisa mendekati satu harga nasional,” ujarnya.
Menurut Wirata, program pengembangan sentra produksi ini akan mulai berjalan pada 2026. “Insyaallah, kalau tidak ada kendala, Januari sudah dilakukan groundbreaking di beberapa lokasi,” pungkasnya.

