IndiHome Tetap Pede di Tengah Gempuran OTT, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah menjamurnya layanan video over-the-top (OTT), IndiHome mengaku tetap percaya diri mempertahankan pasar layanan tv berbayar dan big screen. Entitas yang kini berada di bawah Telkomsel itu menilai pasar tv berbayar atau tv kabel belum hilang, meski tren global bergerak kuat ke arah layanan aplikasi.
General Manager Video Business Ecosystem Telkomsel Johanes Arnaz Kuncoro Rizky mengatakan, pasar tv kabel masih relevan bagi sebagian besar penonton.
Baca Juga
Telkomsel Gandeng BBC Studios, Hadirkan 2 Channel Baru Gratis di IndiHome TV
“(Pasarnya) Tidak sebesar yang OTT, tetapi market linear itu tetap ada. Kami percaya market linear tetap ada, market TV, big screen itu tetap ada,” ujarnya di kantor Telkomsel, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Arnaz mengakui tren global memang mengarah kuat ke OTT dan aplikasi. Namun menurutnya, keberlanjutan bisnis sangat ditentukan oleh inovasi produk dan model bisnis.
“Secara tren memang cenderung ke arah OTT dan apps. Tapi market menurut saya tergantung bagaimana kita melakukan inovasi di sisi produk maupun model bisnis agar tetap sustain,” jelasnya.
Di sisi lain, pertumbuhan pengguna tv kabel di Indonesia pun disebut sejalan dengan kondisi global.
“(Pertumbuhan) Sejalan dengan global tren sih, masih align dengan global trend,” ujarnya.
Menurutnya, penggabungan layanan fixed broadband dan seluler memberi peluang lebih luas untuk menawarkan paket bundling bernilai tambah.
“Kami bisa menawarkan paket combo karena sekarang sudah di Telkomsel semua, baik fixed maupun mobile,” tegasnya.
Baca Juga
Saat ditanya soal kemungkinan penyesuaian harga langganan, Telkomsel menegaskan belum berencana menaikkan tarif.
“Belum, kita belum ada rencana ke situ. Kita masih ingin memberikan value terbaik kepada pelanggan,” katanya.

