Dorong Kemandirian Industri Baja, Garuda Yamato Steel dan SMS Group Teken Kemitraan Strategis
Poin Penting
|
BEKASI, investortrust.id — PT Garuda Yamato Steel menandatangani kemitraan strategis dengan SMS Group melalui acara “Signing Ceremony Marking GYS and SMS Group Partnership for the BP-1 Revamp Project” baru-baru ini di kantor pusat Garuda Yamato Steel, Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat.
President Direktur PT Garuda Yamato Steel, Tony Taniwan, menyatakan kerja sama ini merupakan upaya perusahaan dalam menjawab tantangan dan peluang industri baja nasional. “Langkah strategis ini mencerminkan visi perusahan dalam memajukan industri baja Indonesia, sekaligus meningkatkan kapasitas produksi nasional,” jelas Tony dalam siaran pers dikutip Kamis (11/12/2025).
Tony menambahkan, kerja sama ini untuk mencapai proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, sejalan dengan kebutuhan pasar dalam negeri yang terus berkembang terutama dari proyek-proyek infrastruktur pemerintah dan swasta.
“Dengan dukungan teknologi dari SMS Group, kami memperluas portofolio produk serta variasi ukuran dan spesifikasi yang sebelumnya belum tersedia di pasar domestik dengan kualitas tinggi dan daya saing yang lebih baik. Upaya ini memperkuat pemenuhan kebutuhan industri baja dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor," katanya.
Baca Juga
Menkeu Janji Akan Pelajari Keluhan Pengusaha Soal Baja dan Ekspor Rotan
Keberadaan varian baru ini juga penting untuk mendukung proyek-proyek fabrikasi yang lebih kompleks dan kompetitif. Selain itu, kerja sama ini juga akan mendorong produksi baja ramah lingkungan yang mengadopsi teknologi modern yang mendukung dekarbonisasi sektor industri baja Indonesia dan bergerak menuju produksi yang lebih ramah lingkungan.
Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian, Dodiet Prasetyo, menegaskan bahwa inisiatif Garuda Yamato Steel sejalan dengan agenda strategis pemerintah.
“Kita membutuhkan industri baja yang modern, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Langkah Garuda Yamato Steel menggandeng SMS Group merupakan contoh nyata bagaimana pelaku industri nasional menyelaraskan diri dengan agenda dekarbonisasi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta peningkatan substitusi impor," katanya.
Penandatanganan kerja sama dengan SMS Group juga menjadi momentum strategis bagi Garuda Yamato Steel untuk menegaskan bahwa inovasi telah menjadi keharusan untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan lingkungan. “Momen ini sekaligus memberikan informasi kepada publik mengenai arah ekspansi investasi Garuda Yamato Steel, termasuk peluang kemitraan dan kolaborasi lebih luas di masa mendatang,” jelas Tony.
Baca Juga
Dengan dimulainya implementasi proyek Revamp BP-1, Garuda Yamato Steel menargetkan peningkatan kapasitas produksi untuk menjaga stabilitas suplai, sekaligus memastikan Indonesia memiliki fondasi industri baja yang lebih kuat untuk menopang pembangunan nasional . “Dengan modernisasi pabrik ini maka peningkatan kapasitas beam plant meningkat dari semula 400.000 MT/tahun, menjadi 540.000 MT/tahun. Sehingga total kapasitas produksi terpasang mulai dari hulu hingga hilir dapat mencapai 1 juta ton per tahun,” jelas Tony.
Proyek investasi ini akan dilakukan secara bertahap dan melibatkan sejumlah mitra lokal dan internasional dengan target fasilitas baru tersebut sudah bisa beroperasi penuh pada akhir 2027.
Jejak keunggulan Pabrik Garuda Yamato Steel sendiri terlihat jelas sejak awal pendirian dengan mengusung proses produksi berkualitas tinggi namun ramah lingkungan. GYS mengandalkan teknologi Electric Arc Furnace (EAF) yang lebih ramah lingkungan, memungkinkan pemanfaatan bahan baku daur ulang, meningkatkan efisiensi energi, serta menurunkan emisi. Pendekatan ini membuat proses produksi lebih berkelanjutan dan mendukung upaya pengembangan baja rendah karbon di Indonesia. Kekuatan GYS juga terletak pada penerapan teknologi produksi modern berpadu standar Jepang, otomasi yang presisi, serta kontrol kualitas yang ketat. Seluruh proses dikembangkan untuk memenuhi standar internasional seperti JIS dari Jepang, ASTM dari Amerika Serikat, dan SNI Indonesia, sehingga setiap produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan konsistensi yang terjaga.
Keunggulan tersebut tercermin pada produk-produk GYS yang dirancang untuk menjawab kebutuhan struktural di wilayah rawan gempa. GYS menjadi pelopor produksi baja tahan gempa di Indonesia, sebuah material dengan daktilitas tinggi dan kemampuan menyerap energi gempa, sehingga mampu memberikan keamanan lebih baik bagi bangunan dan infrastruktur vital. Inovasi ini terwujud dalam produk GYS Tahan Gempa Plus, varian yang lebih kuat dan efisien, yang memungkinkan pengurangan penggunaan material hingga 20% serta mempermudah proses fabrikasi dan pemasangan tanpa mengurangi kekuatan struktur.

