Terapkan Sistem Satu Atap, Koperasi Binaan Anak Usaha TAPG Sejahterakan Ratusan Petani Sawit
Poin Penting
|
SUKAMARA, Investortrust.id -- Program kemitraan PT Sukses Karya Mandiri (SKM), anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk, dinilai berhasil menyejahterakan petani sawit dengan menerapkan kemitraan sistem satu atap kepada petani yang tergabung dalam Koperasi Jati Sejahtera. Melalui sistem ini, ratusan anggota koperasi menikmati hasil panen kelapa sawit yang signifikan tanpa harus dipusingkan dengan biaya dan tenaga perawatan kebun secara mandiri. Seluruhnya sepenuhnya dikelola oleh PT SKM.
"Satu atap itu perawatannya semua menjadi tanggung jawab PT SKM. Jadi petani terima beres. Mulai tanam sampai sekarang semua ditanggung perusahaan," kata Estate Manager PT SKM Syahrial Purba di Koperasi Jati Sejahtera, Sukamara, Kalimantan Tengah, Rabu (10/12/2025).
Salah satu petani sawit yang berhasil merasakan manfaat Koperasi Jati Sejahtera yakni Indra Ayu Riantika. Indra yang juga menjabat sebagai sekretaris plasma Koperasi Jati Sejahtera, Desa Laman Baru mengatakan keuntungan yang diperoleh dari sisa hasil usaha (SHU) bisa mencapai Rp 2-3 juta per bulan per hektar.
Dampak positif dari pengelolaan profesional ini terlihat nyata pada angka produktivitas (yield) tanaman. Pada awal panen tahun 2022, produksi tercatat sebesar 14 ton per hektar. Angka ini terus menanjak hingga mencapai 21,37 ton per hektar pada tahun 2025.
Baca Juga
Usai Cetak Lompatan Laba, TAPG Bagikan Dividen Interim Rp 50 per Saham pada 28 November 2025
Syahrial menjelaskan perbedaan signifikan antara kebun yang dikelola pribadi dengan sistem satu atap perusahaan. Menurutnya, pengelolaan perusahaan menjamin konsistensi perawatan (best practice), penggunaan bibit unggul, dan pemupukan yang disiplin karena didukung modal yang kuat.
"Kalau perorangan, saat sedang tidak ada dana, pemupukan mungkin tidak dilakukan atau terlambat. Tapi dengan satu atap, standar perawatannya sama dengan perusahaan, sehingga yield dan SHU-nya jauh lebih baik," tuturnya.
Dampak ekonomi tersebut telah dirasakan langsung oleh para anggota. Banyak anggota koperasi yang kini mampu menyekolahkan anak hingga ke Pulau Jawa, membeli kendaraan, hingga menambah aset lahan baru dari hasil kemitraan ini.
Selain itu, PT SKM juga memperhatikan kesejahteraan karyawan kebun. Perusahaan menyediakan fasilitas Tempat Penitipan Anak (TPA) lengkap dengan pengasuh dan konsumsi bagi anak-anak karyawan.
Tidak hanya menyejahterakan petani sawit, PT Triputra Agro Persada Tbk juga secara konsisten memperkuat komitmennya dalam menjalankan praktik
perkebunan berkelanjutan. Salah satunya melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) oleh PT Sukses Karya Mandiri (SKM).
Komitmen tersebut dilakukan sebagai kontribusi perusahaan dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca perusahaan. Langkah tersebut sekaligus mendukung operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

