Medco (MEDC) Ubah Fokus CSR ke 'Micro-Financing' untuk UMKM sebagai Investasi Jangka Panjang
Poin Penting
| ● | Medco memprioritaskan micro financing sebagai investasi UMKM. |
| ● | Pelatihan dan pendampingan jadi kunci pertumbuhan usaha kecil. |
| ● | UMKM yang dibina mengalami peningkatan pendapatan hingga 70%. |
JAKARTA, Investortrust.id - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) atau MedcoEnergi, perusahaan energi terpadu dengan portofolio migas, kelistrikan, dan energi terbarukan, mengalihkan fokus utama program tanggung jawab sosial (corporate social responsiblity/CSR) ke pembiayaan skala kecil atau micro financing sebagai strategi untuk memperkuat UMKM di sekitar wilayah operasi. Perubahan ini dilakukan dalam 5 tahun terakhir setelah sebelumnya pendidikan menjadi prioritas utama.
Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk Hilmi Panigoro menegaskan pendekatan baru tersebut bukan sekadar program sosial, tetapi investasi untuk memperkuat fondasi ekonomi di tingkat lokal.
“Mungkin 5 tahun ke belakang, kalau yang namanya CSR kita itu, paling tinggi itu selalu pendidikan. Tapi mulai 5 tahun yang lalu saya ubah. Pendidikan tetap penting, tetapi yang nomor satu itu justru micro-financing. Saya ingin membantu UMKM di sekitar daerah operasi, dan menurut saya ini bukan biaya buat perusahaan, ini investasi kita,” ujar Hilmi di sela Festival Pojok UMKM 2025 di The Energy Building, Jakarta.
Baca Juga
MedcoEnergi (MEDC) Tekan Emisi Karbon 43.000 Ton per Tahun Lewat Efisiensi Gas
Acara yang berlangsung pada 10–12 Desember 2025 ini menampilkan 22 UMKM binaan dari seluruh wilayah operasi perusahaan, mulai onshore, offshore, Corridor, hingga unit bisnis Medco Power sebagai bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Hilmi menjelaskan bahwa micro-financing menjadi instrumen paling efektif untuk mendorong UMKM berkembang karena mayoritas pelaku usaha kecil tidak memiliki catatan kredit, jaminan, maupun kapasitas finansial yang memenuhi persyaratan perbankan konvensional.
Ia menegaskan bahwa UMKM adalah sumber keunggulan ekonomi Indonesia sehingga perusahaan swasta perlu ikut berperan bersama regulator. “Saya kira bukan cuma tugas pemerintah, tetapi kita perusahaan swasta juga, sama-sama dengan SKK Migas, itu kita harus menyisihkan sebagian,” kata Hilmi.
Medco menerapkan strategi internal dengan memperluas peluang UMKM menjadi pemasok langsung kebutuhan operasional. Hilmi mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan usaha binaan karena tersedianya pembeli tetap. “Salah satu cara yang terbaik buat meningkatkan keberhasilan adalah ada off taker kan? Jadi kita usahakan supaya off takernya itu kita, kalau ada bahan makanan yang diperlukan untuk katering, mereka diberi prioritas untuk memastikan kita jadi off taker,” kata dia.
Hilmi memaparkan bahwa UMKM memerlukan lebih dari sekadar akses dana. Pendekatan pembinaan dilakukan melalui tiga pilar, yakni pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan. Ketiga aspek itu menjadi kerangka kerja utama Medco dalam menumbuhkan kapasitas usaha kecil.
“Pembiayaan itu cuma salah satu. Pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan. Nah itu semua kita kerjakan. Make sure, kan usaha itu pasti ada yang gagal. Namun, justru dari gagal itu kita belajar. Medco pun di dalam sejarahnya kita belajarkan dengan pelajaran yang kita dapat, kita terapkan itu di level yang paling kecil,” kata dia.
Hilmi memberikan pesan sederhana yang sangat menentukan kesuksesan UMKM. “Hari ini kalau sukses itu harus ngerti betul apa yang dia kerjakan, bikin keripik harus yang paling enak, paling baik, paling efisien. Betul-betul harus tahu ilmunya. Jadi kalau ada satu kata yang saya sampaikan kepada mereka, jangan pernah berhenti belajar. Kerja keras. Insya Allah pasti akan berhasil,” kata dia.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, MedcoEnergi juga meluncurkan buku “45 Cerita Baik”, yang memuat perjalanan inspiratif para pelaku UMKM dari berbagai daerah operasi. Selain itu, perseroan meresmikan Pojok UMKM, ruang pemasaran permanen bagi mitra binaan di lingkungan kantor MedcoEnergi. Festival turut menghadirkan sesi dialog mengenai peluang dan tantangan UMKM dalam memperkuat ekonomi daerah dan nasional.
VP Relations & Security MedcoEnergi, Arif Rinaldi, menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi kunci agar UMKM makin berkembang. “UMKM memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat serta menggerakkan ekonomi daerah. Melalui festival ini, kami membangun ruang kolaborasi antara pelaku UMKM, pemerintah, dan pemangku kepentingan agar UMKM dapat naik kelas,” ujar Arif.
Baca Juga
Medco Energi (MEDC) Gelar 'Buyback' US$ 50 Juta, Saham Bisa Makin Seksi?
Melalui Festival Pojok UMKM, MedcoEnergi memperkuat komitmennya dalam menciptakan multiplier effect yang lebih luas melalui program pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan perusahaan.
Sementara Nur Ekawati, UMKM binaan Binaan PT Medco E&P Malaka dari Aceh Timur melaporkan peningkatan pendapatan yang signifikan setelah mendapatkan pendampingan, pelatihan, serta bantuan peralatan kerja.

