Menhub Ungkap China–Rusia Minat Garap Jaringan Rel Luar Jawa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengungkapkan, dua negara asing, yakni China dan Rusia, telah menyatakan minat untuk terlibat dalam pengembangan proyek jaringan rel kereta api di luar Jawa. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas rel kereta di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi pada saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru beberapa waktu lalu.
“Yang berminat itu China. Kemudian yang dulu awal yang saya tahu itu ada Rusia juga berminat,” ungkap Dudy saat mediabriefing persiapan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) di Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Dudy menambahkan, Pemerintah Amerika Serikat (AS) juga telah melakukan pertemuan dengan pihaknya, tetapi masih wait and see dalam perluasan jaringan rel luar jawa tersebut. “Mereka (AS) belum secara spesifik, tapi memang mereka tertarik pengembangan kereta api,” tambah dia.
Baca Juga
Simak Jadwal 'Contraflow' di Sejumlah Ruas Tol pada Libur Nataru 2025
Di sisi lain, Dudy menjelaskan, feasibilitystudy (FS) untuk Trans Kalimantan sedang digodok dan hasilnya akan menentukan model pengembangan rel yang paling menguntungkan secara ekonomi, terutama untuk kebutuhan logistik. Tak hanya itu, Menhub juga menyebut saat ini FS tengah digodok oleh tiga pihak, yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Otorita IKN, dan private sectors.
“Karena kita berharap sebenarnya untuk yang Transrailway di Kalimantan (Trans-Kalimantan) ini ke logistik. Ya, kita lihat dulu sampai seberapa jauh FS yang dibuat OIKN itu relevan atau match tidak dengan FS yang nanti akan dibuat oleh KAI maupun dengan pihak swasta,” terang Dudy.
Ia menegaskan, fokus pemerintah tetap pada pengembangan jaringan rel logistik untuk menekan biaya transportasi barang di seluruh wilayah termasuk tiga pulau tersebut. “Banyak wilayah yang membutuhkan transportasi logistik sehingga diharapkan bisa menekan biaya di sana,” tutur Dudy.
Sebelumnya, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan rencana pembangunan jalur kereta api menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) telah masuk dalam tahap kajian bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono menyampaikan, rencana tersebut merupakan bagian dari pengembangan transportasi massal menuju IKN seperti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan Trans Kalimantan.
“Sebetulnya sudah ada rencana itu dengan Menteri Perhubungan, yang dari Balikpapan melalui jalur tol,” ujar Basuki saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Baca Juga
Kawasan Puncak Bogor Bakal Dipadati 2,83 Juta Wisatawan di Libur Nataru
Adapun studi kelayakan atau feasibility study (FS) disusun oleh Kementerian Perhubungan. Menurut Basuki, dokumen awal kajian sudah tersedia dan mengikuti koridor jalan tol bawah laut atau immersed tunnel yang merupakan Jalan Tol Seksi 4A Simpang Tempadung-Outer Ring Road IKN .
“Dulu awalnya sudah ada itu (rencana rel kereta api menuju IKN). Jadi mengikuti jalur tol, sama-sama dengan tol (pembangunannya) yang untuk lewat terowongan itu. Itu yang jalur untuk barengan dengan kereta api,” kata dia.

