Kawasan Puncak Bogor Bakal Dipadati 2,83 Juta Wisatawan di Libur Nataru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Kebijakan Transportasi (BKT) mencatat potensi pergerakan wisatawan menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, mencapai 2,83 juta orang selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).
Kepala BKT, Hermanta menyebut beban mobilitas terbesar dalam aglomerasi Jabodetabek berada di Puncak. “Jabodetabek ini membutuhkan strategi yang cukup solutif, beban daerah yang tertinggi (pergerakan orangnya) itu berada di kawasan Puncak dari aglomerasi (Jabodetabek),” ungkapnya dalam mediabriefing persiapan Nataru 2025/2026 di Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Baca Juga
Polisi Jelaskan Kronologi Wisatawan Meninggal di Puncak Bogor, karena Kemacetan?
Ia menjelaskan, minat wisatawan ke Puncak tetap tinggi, terutama saat peakseason tahun ini. “Ternyata, Puncak ini masih menjadi tempat yang diminati para wisatawan yang berkisar 2,83 juta orang,” kata Hermanta.
Dari total tersebut, lanjutnya, sebanyak 1,84 juta wisatawan diperkirakan berasal dari Jabodetabek, sementara 988.000 lainnya berasal dari luar Jabodetabek. “Seperti wilayah Tangerang dan Karawang itu menyumbang pergerakan wisatawan,” tutur Hermanta.
Puncak libur Nataru 2025/2026 diprediksi terjadi dua kali. Hal tersebut disampaikan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas Polri) Irjen Pol Agus Suryonugroho dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR pada Kamis (27/11/2025).
"Prediksi puncak itu ada dua kali, prediksi puncak mudik pertama tanggal 20 (Desember), dan prediksi puncak mudik kedua operasi lilin itu adalah tanggal 24 (Desember)," kata Agus beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Namun, Agus mengingatkan bahwa puncak arus lalu lintas libur Nataru bisa saja bergeser. Hal itu tergantung kebijakan pemerintah terkait kemungkinan diterapkannya kebijakan workfromanywhere (WFA).
"Namun demikian ketika kami rapat dengan kementerian dan lembaga, di tanggl 22, 23, 24 (Desember) itu ada WFA atau WFH itu jg nanti bisa bergeser. Karena nanti rangkaian pergeseren yang menuju trans Jawa dan menuju ke Merak Lampung itu mungkin akan mendahului," ungkapnya.
Sedangkan puncak arus balik juga diprediksi terjadi dua kali, yakni 28 Desember 2025 dan 4 Januari 2026. Namun jika pemerintah menetapkan kebijakan WFA pada 29, 30, dan 31 Desember maka puncak arus balik juga diprediksi akan berubah.

