Emas Antam (ANTM) Makin Bersinar Berkat Sinyal 'Dovish' The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk naik pada perdagangan Selasa (2/12/2025) seiring penguatan harga emas global menjelang serangkaian rilis data ekonomi Amerika Serikat pekan ini. Harga emas 1 gram dibanderol Rp 2,425 juta pada hari ini, meningkat Rp 10.000 dibandingkan posisi Senin (1/12/2025).
Kenaikan harga emas dalam negeri tersebut mengikuti pergerakan pasar global pada perdagangan Senin (1/12/2025). Harga emas spot naik 0,3% ke US$ 4.241,27 per ons, level tertinggi sejak 21 Oktober 2025, sebelum bergerak melemah pada Selasa pagi.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Turun karena The Fed Bikin Pasar Galau
Menurut data Bloomberg, harga emas spot global turun 14,56 poin atau 0,31% pada Selasa (2/12/2025) pukul 09.25 WIB ke posisi US$ 4.217,65 per ons. Pelemahan tersebut tidak menghapus sentimen positif yang terbentuk sejak dolar AS jatuh ke titik terendah dalam dua pekan terakhir dan membuat emas lebih menarik bagi investor yang memegang mata uang lain.
Sentimen pasar juga terpengaruh oleh prospek inflasi di Amerika Serikat. Dikutip dari Reuters, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger mengatakan inflasi yang masih berada di atas target Federal Reserve menjadi faktor yang memperkuat permintaan emas dan perak.
“Lingkungan fundamental berupa ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut ditambah tekanan inflasi yang masih di atas target the Fed,” kata David.
Baca Juga
Inflasi November 2025 Sentuh 0,17%, Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Terbesar
Fokus investor kini mengarah pada rilis data ketenagakerjaan ADP untuk November 2025 yang dijadwalkan Rabu serta data Indeks Pengeluaran Pribadi September yang sempat tertunda dan akan dirilis Jumat. Kedua data tersebut menjadi indikator penting bagi Federal Reserve untuk menilai arah kebijakan moneter pada pertemuan berikutnya.
Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan logam mulia karena emas dan perak tidak memberikan imbal hasil. Dengan peningkatan peluang penurunan suku bunga, daya tarik aset tersebut kembali menguat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

