90% SPBU Pertamina di Wilayah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Terlayani
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pertamina Patra Niaga subholding commercial & trading Pertamina (Persero) memastikan pasokan energi bagi masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berada dalam kondisi aman seiring pulihnya suplai bahan bakar dari jalur laut. Operasional terminal BBM di kawasan tersebut kembali normal setelah sejumlah kapal pengangkut berhasil sandar dan meningkatkan volume stok.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyampaikan bahwa pemulihan operasional mencakup 19 terminal BBM yang sebelumnya terdampak gangguan distribusi. Menurut dia, kembalinya aktivitas suplai laut memungkinkan percepatan pengiriman ke berbagai titik layanan energi di daerah.
Ia menjelaskan bahwa sekitar 90% SPBU di wilayah terdampak bencana telah kembali terlayani. Meski demikian, beberapa lokasi, khususnya sebagian Aceh dan Sibolga, masih menghadapi hambatan distribusi karena akses jalan terputus akibat kondisi lapangan. Situasi ini membuat upaya penyaluran BBM membutuhkan alternatif logistik.
Baca Juga
Prabowo Pastikan Perbaiki Infrastruktur yang Rusak Akibat Banjir Sumatra
“Dengan pulihnya suplai laut, stok BBM di terminal meningkat dan kini upaya pemulihan difokuskan pada akselerasi distribusi menuju SPBU titik-titik strategis,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (2/1/2025).
Mars Ega menambahkan bahwa perusahaan mempercepat pembukaan akses darat dengan memasok BBM ke alat berat milik Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui kemasan drum maupun jeriken. Menurut dia, pengiriman khusus juga dilakukan menggunakan pesawat Hercules TNI AU guna menjangkau wilayah yang terisolasi.
“Pengiriman khusus juga dilakukan menggunakan Hercules TNI AU, termasuk mengangkut 25 drum Solar dan Pertamax ke Pinangsori, daerah yang masih terisolir dari Sibolga agar alat berat dapat segera beroperasi membuka jalur logistik dari kedua arah,” tambahnya.
Pemulihan layanan lewat jalur udara turut diperkuat dengan dukungan pasokan avtur untuk operasional Hercules dan helikopter yang mengangkut logistik serta melakukan evakuasi. Mars Ega menegaskan bahwa suplai avtur menjadi bagian penting agar mobilisasi udara dapat berlangsung tanpa hambatan. “Pertamina Patra Niaga memastikan kebutuhan avtur untuk pergerakan pesawat bantuan tetap terjaga agar akses udara bagi masyarakat tidak terputus,” ujarnya.
Sementara itu, pemulihan distribusi LPG masih menghadapi tantangan, terutama di Aceh yang akses daratnya belum sepenuhnya pulih. Untuk menjaga ketersediaan, suplai LPG ke Banda Aceh dialihkan melalui jalur laut dari Lhokseumawe. Pertamina Patra Niaga menargetkan distribusi ke masyarakat dapat kembali normal secara bertahap dalam dua hari ke depan.
Baca Juga
Tinjau 3 Provinsi Terdampak Banjir Sumatra, Prabowo Tegaskan Negara Hadir Melindungi Rakyat
Di sisi lain, perusahaan mempercepat pengiriman energi dengan menambah awak mobil tangki (AMT) dari berbagai daerah. Hingga saat ini, sebanyak 58 AMT didatangkan dari Sumatra Selatan, Jawa Tengah, dan Kalimantan. Jumlah itu ditingkatkan hingga 80 AMT untuk memastikan pengiriman BBM dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak lebih cepat.
Mars Ega mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menggunakan BBM sesuai kebutuhan karena pasokan berada dalam kondisi terkendali. Ia menambahkan bahwa layanan percepatan juga disiapkan bagi instansi vital, seperti rumah sakit, penyedia jaringan komunikasi, dan operator alat berat di situasi darurat. Pertamina Patra Niaga menyediakan nomor khusus untuk permintaan pengiriman cepat melalui 0822-7692-9620, sementara saluran informasi bagi publik tetap melalui Pertamina Contact Center 135.

