AFPI: Pindar Hadirkan Solusi Unik Bagi Masyarakat yang Belum Terlayani Akses Keuangan
BANDUNG, investortrust.id - Ketua bidang Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengungkapkan, platform pinjaman daring (pindar) menawarkan solusi unik dalam menjawab tantangan inklusi keuangan di Indonesia, khususnya terkait infrastruktur yang terbatas di daerah terpencil.
“Pemanfaatan pindar berbasis daring (punya) jangkauan lebih luas, proses mudah dan cepat. Walaupun anggota kita tidak punya kantor cabang di Papua, tapi masyarakat di sana bisa mengakses platform kita melalui aplikasi dan mereka bisa terlayani sama cepatnya dengan teman-teman di Jakarta,” ujarnya, dalam acara AFPI Journalist Workshop & Gathering 2025, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/1/2025).
Menurutnya, pindar telah berkontribusi signifikan dalam mendukung keuangan masyarakat, terutama selama masa pandemi Covid-19 kemarin. Karena, ketika banyak masyarakat yang kesulitan untuk mendapatkan uang tunai, layanan pindar menjadi solusi untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan mendesak.
Baca Juga
AFPI Catat Total Pinjaman yang Disalurkan Industri Pindar Sejak 2017 Nyaris Rp 1.000 Triliun
Di sisi bersamaan, Kuseryansyah juga menjelaskan pentingnya peran pindar dalam memberikan akses pembiayaan mikro kepada jutaan masyarakat, termasuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Meski kami telah banyak membantu banyak UMKM untuk berkembang, tapi cerita mereka sulit untuk mendapat perhatian publik. Karena banyak yang seringkali fokus pada berita negatif, seperti isu terkait pinjol ilegal. Ini menjadi tantangan yang perlu kita kita hadapi bersama,” katanya.
Baca Juga
Kuseryansyah mengatakan, dalam upaya mendukung literasi keuangan di Indonesia, pindar juga berfokus pada edukasi pengguna, terutama generasi muda. Karena sebagian besar pengguna pindar adalah Gen Z dan milenial, ia berupaya untuk terus meningkatkan edukasi ke mereka bagaimana menjadi peminjam yang bertanggung jawab.
Selain itu, lanjut dia, industri pindar berkomitmen untuk menjadi platform pembiayaan yang bertanggung jawab. Karena para anggota AFPI tidak sembarangan dalam melayani masyarakat. Dari awal pindar selektif dalam melayani pengguna, menggunakan profiling, dan segmentasi risiko.
”Pada saat penagihan, kita berusaha untuk menagih juga secara bertanggung jawab, secara etis, mengedepankan kemanusiaan, ketenangan, dan juga tidak ingin membuat kegaduhan,” ucap Kuseryansyah.

