Bos Danantara Ungkap Progres Negosiasi Akuisisi 35% Saham Pabrik Lotte Chemical di Cilegon
JAKARTA, investortrust.id - CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani mengungkap perkembangan tawaran dari Lotte Chemical kepada Danantara untuk mengakuisisi 35% saham pabrik petrokimia Lotte Chemical dengan nilai ekuitas sekitar US$ 1,7 miliar.
Rosan mengatakan, Danantara masih melakukan proses negosiasi terkait dengan tawaran kepemilikan saham pada proyek di Cilegon itu.
Baca Juga
Prabowo Resmikan Pabrik Petrokimia Lotte Chemical Senilai Rp 62,4 Triliun di Cilegon
Rosan mengatakan, saat ini, Danantara sedang mengkaji dan kemungkinan mengakuisisi sekitar 25% hingga 35% saham pabrik Lotte Chemical.
"Lagi negosiasi antara 25-30%," kata Rosan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Rosan belum mengungkap nilai investasi yang bakal ditanamkan Danantara dalam proses akuisisi tersebut. Dikatakan, nilai investasi masih dalam proses perhitungan.
"Lagi dihitung, lagi negosiasi sekarang," katanya.
Rosan menekankan, Danantara tidak terburu-buru dan sesuai prinsip kehati-hatian dalam proses negosiasi ini karena menyangkut nilai transaksi yang besar. Danantara, katanya, perlu melakukan kajian mendalam.
"Ini nilainya besar. Yang pasti kan perlu due diligence tetap harus kita jalankan dulu," katanya.
Pabrik Petrokimia Lotte Chemical Indonesia diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (6/11/2025). Acara peresmian ini menandai beroperasinya salah satu proyek industri petrokimia yang menjadi tonggak penting dari upaya pemerintah memperkuat hilirisasi industri nasional.
Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi pembangunan proyek strategis ini. Kepala Negara pun mendorong dukungan bagi investasi yang dapat memberikan manfaat bersama.
"Kehormatan kita adalah mitra siapa pun. Apalagi mitra dari luar datang ke kita, investasi uang mereka, yang mereka cari dengan susah payah puluhan tahun. Mereka percaya sama kita. Di sini mereka beri manfaat kepada kita, kita harus amankan," ucap Presiden.
Baca Juga
Menko Airlangga Apresiasi Lotte Chemical Rampungkan Pabrik Petrokimia Senilai Rp 62 Triliun
Sementara itu dalam laporannya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan proyek strategis ini memiliki nilai investasi sebesar US$ 3,9 miliar atau sekitar Rp 62,4 triliun. Nilai ini menjadikannya sebagai salah satu investasi petrokimia terbesar di kawasan Asia Tenggara.
“Dengan pabrik ini, kita tidak lagi mengimpor secara besar-besaran seperti tahun sebelumnya. 70% adalah subtitusi impor, 30% kita ekspor. Total nilainya, revenue-nya, jualannya per tahun, itu US$ 2 miliar. Jadi 1,4-1,5 di sini, sisanya kita ekspor,” kata Bahlil.
Di pabrik ini, bahan baku berupa naphta diproses menjadi produk hulu dan hilir untuk selanjutnya menjadi bahan baku penting pembuatan produk mulai dari botol plastik, kabel, hingga bumper mobil. Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri hilir, meningkatkan neraca perdagangan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

