ESDM Tinjau Zona 4 Pertamina Pastikan Produksi Migas Optimal
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi melakukan peninjauan lapangan ke Wilayah Kerja Zona 4 Subholding Upstream PT Pertamina (Persero) di Sumatra Selatan. Pemerintah meninjau langsung fasilitas produksi untuk memastikan optimalisasi operasi migas sekaligus menjaga keselamatan pekerja di lapangan.
Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM Noor Arifin Muhammad memimpin tim meninjau enam lapangan migas di wilayah Prabumulih. Pemerintah juga memeriksa operasi di fasilitas Metering and Regulating Station Jaringan Gas Sales and Operation Region 1 Gelumbang serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas yang dioperasikan oleh Subholding Gas Pertamina, PT Pertamina Gas Negara.
Baca Juga
Buka Eco RunFest 2025, Dirut Pertamina: Berlari Perpanjang Harapan Hidup hingga 12 Tahun
Selain melihat operasi hulu dan midstream, Kementerian ESDM meninjau kilang PT Pertamina di Refinery Unit III Plaju dan Sungai Gerong. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari pengawasan menyeluruh terhadap fasilitas fisik dan sumber daya manusia yang terlibat dalam produksi migas.
Arifin mengatakan, manajemen Pertamina dan regulator harus mengawasi fasilitas migas secara langsung dan berkelanjutan untuk menjamin standar keamanan terpenuhi. Ia menilai konsistensi implementasi prosedur menjadi faktor penting untuk menjaga produksi, rantai distribusi, dan kinerja operasional.
Arifin menegaskan bahwa industri migas memiliki risiko tinggi sehingga kedisiplinan screening pekerjaan dan kepatuhan terhadap prosedur harus diterapkan tanpa kompromi. “Kunjungan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk tinjau pemenuhan keselamatan dan keandalan operasi migas,” ungkap Arifin.
Wilayah kerja Prabumulih menjadi salah satu kontributor produksi terbesar bagi Pertamina. Sepanjang Januari sampai 31 Oktober 2025, realisasi produksi minyak mencapai 10.586 BOPD atau 130% dari target. Pada periode yang sama, produksi gas mencapai 117,84 MMSCFD atau 104% dari target. Fasilitas ini memasok minyak mentah untuk Kilang Plaju serta gas untuk kebutuhan rumah tangga dan industri di Sumatera Selatan, termasuk pasokan cadangan gas untuk Pulau Jawa.
Refinery Unit III Plaju, yang merupakan kilang tertua di Indonesia, memiliki kapasitas produksi mencapai 120 MBSD atau sekitar 12% dari total kapasitas kilang Pertamina. Dengan hampir 1.000 pekerja, fasilitas tersebut memproduksi solar, biosolar, pertalite, avtur, serta material seperti nafta dan heavy vacuum gas oil.
Dalam operasional hariannya, kilang Plaju memastikan pengawasan emisi dilakukan secara ketat. Fasilitas tersebut mengoperasikan pemantauan otomatis melalui Continuous Emission Monitoring System serta pemantauan manual pada titik emisi yang diwajibkan Kementerian Lingkungan Hidup.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan perusahaan terus memperkuat penerapan aspek keselamatan di seluruh fasilitas, termasuk produksi migas dan infrastruktur energi. “Pertamina terus memastikan aspek keselamatan bagi seluruh fasilitas Pertamina termasuk fasilitas produksi migas serta infrastruktur layanan energi untuk masyarakat. Komitmen tersebut sejalan dengan langkah transformasi Pertamina," jelas Baron.
Baca Juga
Kereen...! Pertamina Eco Run Festival 2025 Dapat Pengakuan Internasional dari World Athletics
Kunjungan pemerintah juga mencakup fasilitas pelatihan di Training Center Sungai Gerong. Tempat tersebut memiliki sarana lengkap untuk pelatihan Health, Safety, Security, and Environment yang telah dijalankan sejak tahun lalu. Pertamina menilai peningkatan keandalan operasional tidak dapat dilepaskan dari kemampuan pekerja dalam menerapkan standar keselamatan.
Baron menambahkan bahwa tinjauan lapangan menjadi bagian dari pengawasan keandalan fasilitas sekaligus penguatan budaya keselamatan. "Pertamina berharap dengan tinjauan ini dapat meningkatkan kesadaran setiap Perwira Pertamina, termasuk mitra kerja, untuk bersama-sama menjaga keandalan dan keselamatan kerja. Melalui hal ini, Pertamina berkomitmen untuk dapat melayani masyarakat dengan lebih baik," jelas Baron.

