Mendag dan Menteri UMKM Bertemu, Bahas Daya Saing hingga Baju Bekas Impor
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menggelar pertemuan dengan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Keduanya membahas sinergi penguatan daya saing UMKM, memperluas akses pasar, dan memastikan keberlanjutan UMKM.
Mendag Budi Santoso mengungkapkan, Kemendag dan Kementerian UMKM bersinergi untuk mendorong UMKM agar naik kelas. Salah satunya melalui program yang digagas Kemendag, yaitu UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor.
Menurut Mendag, kedua kementerian akan menyelaraskan kebijakan untuk memperkuat daya saing UMKM serta terus menyinergikan perspektif kebijakan yang berpihak dan mendukung pertumbuhan UMKM.
Baca Juga
Menteri UMKM: Realisasi KUR UMKM 2025 Mencapai 83% dari Target
“Kami berkoordinasi untuk memperkuat daya saing UMKM melalui kolaborasi program-program yang ada, termasuk Program UMKM BISA Ekspor yang diinisiasi Kemendag,” ujar Mendag dalam keterangan tertulis, Selasa (18/11/2025).
Mendag Budi menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, ia dan Menteri Maman juga membahas sejumlah upaya penguatan produk UMKM serta tindak lanjut atas maraknya impor pakaian bekas dan barang tanpa label yang berpotensi mengganggu UMKM.
Sementara itu, Menteri Maman Abdurrahman mengemukakan, per hari ini telah terdaftar sekitar 1.300 merek lokal dari kategori pakaian, sepatu, aksesori, dan beragam lainnya untuk menjadi substitusi produk impor ilegal.
Produk-produk ini, kata Maman, dipersiapkan untuk menggantikan peredaran pakaian bekas impor, sehingga para pedagang pakaian bekas impor dapat diarahkan untuk menjual pakaian lokal asli yang berkualitas.
Menteri UMKM menegaskan, kolaborasi ini menjadi momentum dalam menciptakan ekosistem pemberdayaan UMKM yang lebih solid.
“Isu besar yang kami bahas adalah optimalisasi pemberdayaan UMKM dan perlindungan terhadap pelaku usaha lokal. Alhamdulillah, Kemendag sejak awal sangat peduli untuk mendukung UMKM,” tutur dia.
Menteri Maman menegaskan, melalui komunikasi dan intensifikasi koordinasi, menurut Maman, pihaknya ingin UMKM tumbuh lebih cepat, lebih kuat, dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Baca Juga
Kadin Indonesia: Digitalisasi UMKM Kunci Tingkatkan Ekonomi Rakyat
Maman Abdurrahman mengatakan, terkait dinamika perdagangan pakaian bekas impor dan barang tanpa label, kedua Menteri sepakat akan mengambil langkah terukur dan menyeluruh.
“Tim teknis dari kedua kementerian akan menindaklanjuti pertemuan dengan mendetailkan skema perlindungan bagi produk lokal,” ucap dia.
Dia menambahkan, upaya tersebut mencakup penguatan rantai pasok UMKM, hingga penataan model bisnis pedagang baju bekas ilegal agar dapat beralih menjual baju lokal.
“Hal yang terpenting adalah kita harus melindungi produsen dan pelaku ekonomi domestik. Kebijakan kita harus berpihak, adil, dan memberikan solusi terbaik bagi semua,” tegas dia.

