Rupiah Melemah ke Rp 16.734 Seiring Meningkatnya Kekhawatiran Arah Kebijakan The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Rupiah melemah pada perdagangan Senin (17/11/2025) sore seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).
Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate mencatat rupiah tergelincir ke Rp 16.734 per dolar AS.. Pada penutupan sebelumnya, Jumat (14/11/2025), JISDOR menunjukkan rupiah melemah 24 poin atau terkontraksi -0,14%.
Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan investor semakin yakin bahwa The Fed kemungkinan besar tidak akan melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat. Ia menjelaskan bahwa bank sentral AS tetap menekankan bahwa inflasi masih tinggi dan pasar tenaga kerja belum melemah secara signifikan.
Baca Juga
“Sentimen semakin terpukul oleh penghentian data baru-baru ini yang disebabkan oleh penutupan Pemerintah AS, yang membuat investor kehilangan indikator makro utama selama berminggu-minggu,” ujar Ibrahim.
Ia menilai tertundanya publikasi data penting membuat pasar kehilangan pijakan untuk memprediksi arah kebijakan selanjutnya.
Sentimen global juga dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik. Serangan Ukraina ke Rusia menyebabkan kerusakan dan penghentian ekspor setara 2% pasokan global. Namun, pada Minggu (16/11/2025), sejumlah kapal tanker terlihat kembali memuat minyak mentah ke pelabuhan, memberi sinyal awal stabilisasi pasokan.
Dari dalam negeri, pasar mencermati optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi tahun depan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan target pertumbuhan sebesar 6% secara tahunan pada 2026 dapat digaet karena fondasi ekonomi Indonesia diyakini membaik seiring waktu.
Pernyataan itu mengacu pada indikator yang menunjukkan pemulihan. Indeks Penjualan Ritel pada September 2025 tumbuh 3,7% dan diperkirakan meningkat ke 4,3% pada Oktober 2025. Selain itu, Purchasing Managers Index manufaktur berada di level ekspansif 51,2 pada Oktober 2025. Purbaya menilai kombinasi indikator tersebut menjadi sinyal solid pemulihan permintaan domestik.
Baca Juga
Rupiah Kembali Tergelincir pada Rabu Pagi, Kini di Posisi Rp 16.719 per US$
Meski demikian, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2026 hanya sebesar 5,33% secara tahunan. Perkiraan ini berada di bawah target pemerintah yang sebesar 5,4%, sekaligus mencerminkan sikap lebih konservatif terhadap berbagai risiko eksternal.
Dengan dinamika tersebut, rupiah diproyeksikan akan bergerak fluktuatif pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Pelaku pasar memperkirakan rentang pergerakan berada pada Rp 16.730 hingga Rp 16.770 per dolar AS seiring absennya katalis baru dan dominasi sentimen global.

