Pertamina Perkuat 'Fuel' Terminal Baubau yang Pasok Lebih 50% Pasokan Energi Indonesia Timur
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina (Persero) memperkuat distribusi energi di wilayah Indonesia Timur untuk menjaga stabilitas pasokan nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat infrastruktur penyaluran BBM melalui Fuel Terminal Baubau yang berfungsi sebagai pusat distribusi utama di wilayah timur.
Sebagai badan usaha milik negara di sektor energi, Pertamina mengelola rantai pasokan BBM nasional untuk memastikan ketersediaan energi merata. Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan Fuel Terminal Baubau memiliki kapasitas penyimpanan hingga 147.000 kiloliter melalui 14 tangki aktif.
"Fasilitas tersebut memegang peran penting dalam menjaga ketahanan energi di Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku," kata dia dalam keterangannya, Minggu (16/11/2025).
Baca Juga
Libur Nataru Makin Dekat, Pertamina Aktifkan Satgas Nataru untuk Jaga Keandalan Energi
Baron menjelaskan Fuel Terminal Baubau menjadi terminal terbesar di Indonesia Timur dan menjadi struktur penopang utama di kawasan tersebut. Ia menuturkan fasilitas itu memasok lebih dari separuh total kebutuhan BBM wilayah timur, dengan porsi distribusi mencapai 80% untuk Sulawesi, 15% untuk Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, serta 5% untuk Maluku dan Papua. "Distribusi mencakup berbagai jenis produk mulai dari Pertamax, Pertalite, Dexlite, Biosolar B40, Marine Fuel Oil, hingga minyak tanah," kata dia.
Pertamina memastikan masyarakat di kawasan Indonesia Timur memperoleh akses setara terhadap produk energi, baik untuk kebutuhan transportasi, sektor rumah tangga, maupun konsumsi industri. Baron menegaskan perusahaan memprioritaskan keandalan pasokan karena wilayah timur sangat bergantung pada distribusi laut dan infrastruktur terminal.
Fuel Terminal Baubau dilengkapi tiga jetty yang terdiri atas satu jetty berkapasitas 35.000 dead weight ton (DWT) dan dua jetty berkapasitas 6.500 DWT. Terminal juga didukung laboratorium pengujian kualitas dengan peralatan lengkap, area pengisian mobil tangki (filling shed), serta fasilitas penunjang lainnya untuk memastikan seluruh produk yang disalurkan memiliki standar mutu konsisten.
Dalam kegiatan distribusi BBM ke daratan, Fuel Terminal Baubau mengoperasikan 70 unit mobil tangki yang menyuplai SPBU, Pertashop, dan SPBU Kompak, termasuk memenuhi permintaan industri dan lembaga strategis. Baron menegaskan Pertamina berkomitmen menjaga kontinuitas pasokan agar aktivitas ekonomi di kawasan timur tetap berjalan optimal.
Fuel Terminal Baubau berlokasi di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, dan dikelola PT Pertamina Energy Terminal. Perusahaan ini merupakan anak usaha PT Pertamina International Shipping sebagai subholding Integrated Marine Logistic yang menangani operasi terminal energi nasional.
Baca Juga
Pertamina dan Kemenkop Kompak Bikin Nelayan Lampung Makin Produktif Lewat SPBUN
PT Pertamina Energy Terminal (PET) memastikan seluruh kegiatan operasional dijalankan dengan standar kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE) serta tata kelola perusahaan yang ketat. Direktur Utama PET Bayu Prostiyono menyampaikan penerapan prinsip keselamatan dan keberlanjutan menjadi prioritas perusahaan dalam mendukung ketahanan energi jangka panjang.
Bayu menjelaskan seluruh operasi Fuel Terminal Baubau dijalankan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang mencakup efisiensi energi, pengelolaan limbah, serta program sosial untuk masyarakat sekitar terminal. "Penerapan standar tersebut penting agar distribusi energi di kawasan timur terus berjalan aman dan andal seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat," kata dia.

