Krakatau Steel (KRAS)–Semen Indonesia (SMGR) Siap Pasok Kebutuhan PSN 'Giant Sea Wall'
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id — PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) bersama PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam pembangunan proyek strategis nasional (PSN) tanggul laut raksasa alias giant sea wall (GSW).
Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan menyatakan, proyek tersebut menjadi bagian dari mandat BUMN untuk berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur nasional, terutama berkaitan dengan ketahanan wilayah dan ekonomi.
“Proyek-proyek strategis nasional menjadi mandatory untuk BUMN harus hadir, Krakatau Steel sebagai produsen baja terbesar, end to end akan men-support PSN-PSN yang dicanangkan oleh Bapak Presiden,” ungkap Akbar saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, Rabu (12/11/2025).
Pada kesempatan lain, Akbar menjelaskan, kebutuhan baja untuk proyek GSW diperkirakan sangat besar, sehingga kerja sama lintas BUMN menjadi penting. Ia menyebut Krakatau Steel siap bersinergi dengan Semen Indonesia untuk memastikan pasokan material konstruksi berjalan lancar.
Baca Juga
“Giant sea wall ini juga luar biasa kebutuhannya pasti akan dengan Semen Indonesia untuk bisa memberikan kepastian untuk mensuplai,” jelas Akbar dalam acara Hipmi–Danantara Indonesia Business Forum 2025 dikutip Rabu (12/11/2025).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebelumnya menegaskan proyek GSW di Pantai Utara (Pantura) Jawa tidak boleh dikerjakan secara tergesa-gesa tanpa perhitungan yang matang.
Mulanya, AHY menyampaikan, proyek dengan skala besar dan kebutuhan investasi tinggi ini bertujuan untuk melindungi sekitar 50 juta penduduk dari risiko banjir rob, penurunan muka tanah, serta dampak perubahan iklim. “Penyelamatan 50 juta masyarakat di sekitar Pantura ini harus benar-benar menjadi perhatian kita semua,” ucap AHY di kantornya, Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Menurut AHY, pemerintah tengah melakukan kajian menyeluruh sebelum pelaksanaan dimulai. Ia menekankan perlunya kehati-hatian dalam menentukan mitra kerja sama, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. “Ini proyek besar dan membutuhkan perhitungan yang hati-hati. Kita bisa berpartner dengan satu atau beberapa negara, dan hal ini terus kita jajaki,” katanya.
Baca Juga
Pemerintah melalui Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) juga disebut terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan konsep dan pelaksanaan di lapangan. “Kita perlu waktu untuk harmonisasi dan memutakhirkan riset atau feasibility study yang kredibel, agar hasilnya efektif menjawab tantangan yang ada,” tambah AHY.
Ia menekankan, proyek GSW tidak boleh dikebut tanpa pengawasan yang ketat terhadap kualitas dan keberlanjutannya. “Kami ingin memastikan proyek ini benar-benar tepat sasaran dan membawa manfaat besar bagi masyarakat. Kami tidak ingin terburu-buru, tetapi juga tidak memperlambat. Yang penting seluruh proses dilakukan dengan benar dan sesuai tujuan,” tegas AHY.

