Lippo Siapkan 100.000 Rumah MBR di Meikarta Mulai Tahun Depan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) melalui anak usahanya PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) berencana memulai pembangunan 50.000 hingga 100.000 rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi pada paruh kedua 2026.
Rencana ini disampaikan CEO Lippo Grup, James Riady dalam pertemuan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) di Wisma Mandiri 2, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Menurut James, saat ini fokus utama perusahaan adalah menyelesaikan pembangunan tahap pertama dan menyerahkan unit kepada konsumen secara massal pada pertengahan tahun depan.
“Fokusnya adalah bagaimana kota baru Meikarta ini bisa selesai, menyelesaikan tanggung jawab itu untuk penyerahan rumah, dan secara massal itu akan selesai kurang lebih pertengahan tahun depan,” kata James, Senin (10/11/2025) malam.
Setelah tahap penyelesaian tersebut, kata James, Lippo akan memulai pengembangan baru di kawasan Meikarta dengan menargetkan pembangunan 50.000 – 100.000 unit rumah. “Perencanaannya sedang dilakukan untuk mengembangkan, melewati-melampaui apa yang selama ini disebut Meikarta,” tutur dia.
James menyebut, pengembangan perumahan bagi MBR menjadi salah satu fokus Lippo ke depan. “Kami percaya pasar perumahan untuk MBR ini sangat besar dan banyak pemain kecil serta menengah. Kami bukan hanya akan masuk ke segmen itu, tapi juga ingin membantu pengembang-pengembang yang bergerak di bidang tersebut,” jelas dia.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan, proyek Meikarta tidak termasuk kategori mangkrak. “Saya sudah datang ke sana dan melihat langsung. Infrastrukturnya sudah selesai, dan proyeknya berjalan,” ujar Maruarar.
Baca Juga
Pertemuan Konsumen Meikarta dan Lippo, Dibuka Menteri Ara dan Ditutup dengan Doa James Riady
Ia juga meminta agar Lippo mempertimbangkan pembangunan rumah untuk MBR di kawasan Meikarta.
Saat ini, dari total 460 hektare (ha) lahan Meikarta, sekitar 60 ha telah dimanfaatkan untuk pembangunan tahap awal, sementara infrastruktur di area lainnya diklaim telah rampung.

