Gedung Koperasi Merah Putih Telan Biaya Rp2,5 Miliar, Dibangun di Tanah Negara
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengungkap, plafon pinjaman Rp3 miliar untuk Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, akan dialokasikan menjadi investasi aset jangka panjang atau capital expenditure (capex) dan biaya operasional harian atau operational expenditure (opex).
Menurut Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah, rata-rata Koperasi Merah Putih mengalokasikan sebesar Rp2,5 miliar dari modal pinjaman untuk capex. Mayoritas capex ini diketahui dihabiskan untuk pembangunan gedung Koperasi Merah Putih. Ia menambahkan, setiap Koperasi Merah Putih tidak diperkenankan menggunakan modal untuk membeli tanah.
"Aset (gedung) ini bisa dibangun hanya di tanah negara, baik tanah negara ataupun tanah milik pemerintah provinsi, atau pemerintah kabupaten/ kota, maupun tanah desa," kata dia dalam media briefing di kantor Kemenkop, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Farida menuturkan, pembangunan gedung Koperasi Merah Putih karena menggunakan dana APBN, pada prinsipnya akan menjadi aset milik negara melalui pemerintah desa setempat. Ia menambahkan, pemerintah juga menggandeng PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), sebagai pelaksana pembangunan lebih dari 80 ribu gedung Koperasi Merah Putih.
"Modal capex apakah boleh untuk membeli tanah? Tidak. Karena tanahnya sudah tanah negara. Jadi tidak ada opsi untuk pengadaan tanah," ujar Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Sebelumnya Menkop Ferry Juliantono, memastikan telah melakukan down payment (DP) atau pembayaran uang muka kepada PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), untuk proyek pembangunan gedung-gedung Koperasi Merah Putih. Ia menyebut Himpunan Bank Negara (Himbara) sudah mencairkan pinjaman sebesar Rp600 miliar.
"Ini (Rp600 miliar) yang sudah dicairkan dalam bentuk DP termin pertama oleh PT Agrinas Pangan kepada pelaksana di lapangan," kata dia saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Baca Juga
Kemenkop-PU Percepat Pembangunan Fisik Pergudangan Koperasi Desa Merah Putih
Ferry mengatakan, per 6 November 2025, sedang dibangun sebanyak 7.923 gedung Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia.
Ia menjelaskan, dari plafon pinjaman yang dimiliki oleh Koperasi Merah Putih, tidak seluruhnya dipakai untuk pembangunan gedung. Ia melanjutkan, plafon pinjaman yang dimiliki oleh Koperasi Merah Putih juga akan digunakan sebagai modal kerja.
Ferry memperkirakan, setiap Koperasi Merah Putih rata-rata mengalokasikan pinjaman sebesar Rp2,5 miliar untuk investasi aset dan pembangunan gedung.
"Ya bisa Rp2,5 miliar relatif lah ya, itu kan bangunan fisiknya, kelengkapannya, sarana pendukung termasuk kendaraan. Terus sarana pendukung termasuk kendaraan disitu," lanjutnya.

