Harga Properti Residensial Kuartal III-2025 Tumbuh Terbatas 0,84%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) merilis laporan mengenai Laporan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) untuk kuartal III-2025. Dalam laporan tersebut, harga properti residensial di pasar primer tumbuh terbatas.
Terbatasnya pertumbuhan harga properti residensial ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) yang tumbuh 0,84% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal II-2025 yang sebesar 0,9%.
“Sejalan perkembangan harga, penjualan unit properti residensial tipe menengah dan besar juga masih belum kuat di tengah positifnya penjualan properti residensial tipe kecil,” tulis laporan tersebut dikutip Kamis (6/11/2025).
Baca Juga
Cari Bibit Unggul Inovator Perumahan, "Kick Start' Kompetisi BTN Housingpreneur 2025 Resmi Digelar
Penjualan rumah tipe besar mengalami kontraksi 23% secara tahunan. Penurunan ini lebih dalam dari kontraksi kuartal II-2025 yang sebesar 14,95%.
Setali tiga uang, penjualan rumah tipe menengah juga masih terkontraksi sebesar 12,27% secara tahunan. Penurunan ini tak sedalam pada kuartal II-2025 yang menyentuh 17,69% secara tahunan. Peningkatan penjualan rumah tipe kecil meningkat 14,95% secara tahunan. Peningkatan ini lebih tinggi dari penjualan kuartal II-2025 yang sebesar 6,7%.
Secara umum, penjualan properti residensial terkontraksi 1,29% secara tahunan. Angka ini lebih baik dibandingkan kontraksi yang terjadi pada kuartal II-2025 yang sebesar 3,8% secara tahunan.
Berdasarkan hasil survei, penghambat utama pengembangan, yaitu faktor kenaikan harga bangunan. Faktor ini menjadi salah satu yang utama, sebesar 14,39%. Selain itu, faktor suku bunga KPR sebesar 15,05%, proporsi yang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR sebesar 11,75%, dan perpajakan sebesar 8,84%.
Baca Juga
177 Pengembang REI Minati KUR Perumahan dengan Potensi Kredit Rp 40 Triliun
Dari sisi pembiayaan, laporan BI menunjukkan pembiayaan utama pengembang properti residensial pada kuartal III-2025 masih didominasi oleh dana internal perusahaan dengan pangsa 77,67%. Sumber pembiayaan lain yang digunakan pengembang untuk pembangunan rumah primer adalah pinjaman perbankan sebesar 16,02% dan pembayaran dari konsumen sebesar 6,31%.
Dari sisi konsumen, sebagian besar pembelian rumah primer dilakukan melalui KPR dengan pangsa sebesar 74,41%. Pembelian rumah primer melalui pembayaran tunai bertahan dan tunai, masing-masing sebesar 17% dan 8,59%.

