Pasar Properti Jabodetabek Menguat, Lippo Karawaci Melalui Lippoland Perkuat Kehadiran Lewat Park Serpong
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Director Strategic Consulting Cushman and Wakefield Indonesia Arief N Rahardjo menuturkan pasar perumahan di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan Karawang menunjukkan kinerja solid pada semester pertama 2025.
"Dari total 6.429 unit rumah baru yang diluncurkan, Tangerang kembali mengukuhkan posisinya sebagai "raja" pasokan rumah tapak, menyumbang lebih dari separuh total pasokan dengan angka 52 persen," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (4/11/2025).
Arief juga menyebut meski segmen menengah bawah (Rp 700 juta - Rp 1 miliar) masih mendominasi dengan 27 persen dari total pasokan, ada tren menarik pada semester ini, yaitu pasokan hunian kini lebih merata di semua segmen, yang mencerminkan keyakinan pengembang terhadap pasar. Segmen menengah dengan rentang harga Rp 1 miliar - Rp 1,7 miliar kini menyumbang 23 persen, menengah atas 22 persen, dan segmen atas sebesar 20 persen.
Arief menambahkan kendati peluncuran rumah terjangkau lebih banyak, segmen menengah rentang Rp 1 miliar - Rp 1,7 miliar justru paling diminati, menyumbang 53,3 persen dari total transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa pembeli kini semakin berani untuk naik kelas, mencari hunian yang lebih berkualitas.
Baca Juga
The Ning King, Pendiri Alam Sutera dan Tokoh Besar Properti Nasional, Tutup Usia di 94 Tahun
Dalam hal serapan, Tangerang menempati posisi teratas dengan serapan rata-rata 19,5 unit per kawasan per bulan. Angka ini jauh di atas Bogor-Depok yang mencatat 9,3 unit per bulan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya pasokan yang banyak, tapi permintaan di Tangerang juga sangat tinggi.
Mengantisipasi momentum positif tersebut, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melalui LippoLand, terus memperkuat kehadirannya dengan menghadirkan produk hunian dan komersial terbaru di kawasan Park Serpong, Tangerang. Meski pasar properti masih diwarnai tantangan makroekonomi dan daya beli masyarakat yang fluktuatif, LPKR tetap mencatatkan pra penjualan Rp 2,47 triliun sepanjang paruh pertama 2025. Angka tersebut setara 40% dari target tahunan perusahaan.
Kinerja ini juga tidak lepas dari permintaan berkelanjutan untuk rumah tapak terjangkau maupun premium di berbagai wilayah, termasuk di Park Serpong, yang menyumbang 67% dari total pra penjualan. Hal ini tentu saja merefleksikan minat yang kuat dari pembeli rumah pertama maupun pengguna akhir.
Baca Juga
Bos Properti Nilai Pembangunan Rumah Baru Lebih Berdampak ke Ekonomi Dibanding BSPS
CEO Grup Lippo Indonesia John Riady menyampaikan bahwa hasil pra penjualan maupun kinerja keuangan untuk semester pertama tahun 2025, didukung oleh serah terima tepat waktu berbagai produk di berbagai wilayah. John juga menambahkan strategi perumahan terjangkau, yang dilengkapi dengan penawaran di segmen premium, telah mendorong kinerja pra penjualan yang kuat.
Dengan pencapaian yang kuat di semester pertama, manajemen LPKR optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan. Fokus perusahaan tetap pada menghadirkan hunian berkualitas, terjangkau, sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

