The Ning King, Pendiri Alam Sutera dan Tokoh Besar Properti Nasional, Tutup Usia di 94 Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Tokoh konglomerat besar di bidang properti, The Ning King, meninggal dunia di usia 94 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh pihak keluarga, yang segera menyebar di media sosial di kalangan pewarta.
"Telah berpulang dengan damai ke rumah Allah Bapa di Surga siang hari ini Minggu 2 November 2025 pada pukul 15.37 (waktu Singapura). Bapak The Ning King dalam usia 94 tahun," demikian pesan teks yang beradar lewat media sosial.
"Rencana jenazah akan tiba di Jakarta pada hari Selasa (4 November 2025). Persemayaman di rumah duka pada hari Rabu, Kamis, dan hari Jumat akan dikebumikan," imbuh pesan tersebut.
The Ning King lahir di Bandung pada 20 April 1931. Ia dikenal sebagai pendiri Kota Alam Sutera, kawasan hunian dan komersial terintegrasi yang kini menjadi salah satu ikon pengembangan urban modern di Indonesia. Beliau meninggalkan istri bernama Lie Ang Sioe Nio, serta warisan bisnis besar di bawah payung Argo Manunggal Group.
Perjalanan karier The Ning King membentang hampir tujuh dekade dan dimulai dari sektor manufaktur tekstil di Jawa Tengah pada awal 1960-an, jauh sebelum dikenal sebagai raksasa properti. Setelah belajar bisnis dari ayahnya yang memiliki toko tekstil di Jakarta, ia mendirikan pabrik tekstil pertamanya di Salatiga pada tahun 1961. Bisnis tersebut berkembang pesat hingga melahirkan PT Argo Pantes Tbk.
Keberhasilan ini menjadi fondasi awal dari perjalanan bisnisnya yang berfokus pada penguasaan rantai pasok industri tekstil, dari benang hingga kain. Sayangnya, krisis keuangan Asia 1998 menjadi titik balik dalam karier bisnisnya. Banyak sektor manufaktur dan properti saat itu terpukul oleh utang luar negeri dan spekulasi aset. Dari pengalaman pahit tersebut, The Ning King menarik pelajaran penting yang kemudian menjadi filosofi bisnisnya: kehati-hatian dan diversifikasi.
Pasca-krisis, ia mendirikan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), yang menandai langkah barunya dalam dunia properti. Berbeda dengan pengembang lain yang berorientasi spekulatif, The Ning King memilih mengembangkan konsep kota mandiri terintegrasi. Melalui pendekatan ini, ASRI mengendalikan seluruh elemen kawasan — mulai dari hunian, komersial, pendidikan, hingga rekreasi — demi menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Konsep ini membuahkan hasil. Kawasan Alam Sutera di Tangerang tumbuh pesat dan menjadi simbol keberhasilan perencanaan kota modern. Keberhasilan tersebut kemudian direplikasi melalui proyek Suvarna Sutera di Pasar Kemis, Tangerang, yang mencakup area pengembangan lebih dari 2.600 hektar. Replikasi ini menunjukkan kematangan sistem manajemen ASRI serta kemampuan korporasi dalam menjaga konsistensi kualitas pembangunan.

