Bagikan

Harga Emas Dunia Bertahan di Sekitar US$ 4.000, Investor Tunggu Sinyal The Fed

Poin Penting

Harga emas bertahan di sekitar US$ 4.000 per ons menanti data tenaga kerja AS.
Fed telah dua kali memangkas suku bunga tahun ini, tetapi belum pasti melanjutkan.
Kebijakan pajak baru Tiongkok berpotensi menekan permintaan emas global.

JAKARTA, Investortrust.id – Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Senin (3/11/2025) dan bertahan di kisaran sekitar US$ 4.000 per ons seiring investor menanti rilis data ketenagakerjaan swasta Amerika Serikat (AS). Data tersebut akan menjadi petunjuk penting arah kebijakan suku bunga lanjutan bank sentral AS (Federal Reserve/Fed) hingga akhir tahun.

Harga emas spot naik tipis 0,01% menjadi US$ 4.002,19 per ons, sedangkan kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup menguat 0,4% ke level US$ 4.014 per ons.

Baca Juga

Optimisme Dagang Bikin 'Safe Haven' Kehilangan Daya Tarik, Harga Emas Antam (ANTM) Turun

Analis Marex, Edward Meir, menilai harga emas sedang berada pada fase konsolidasi setelah lonjakan signifikan sepanjang tahun ini. “Emas sedang dalam proses membentuk kisaran perdagangan di level US$ 3.000-an hingga pertengahan US$ 4.000-an. Ini konsolidasi yang wajar setelah pergerakan besar seperti sebelumnya,” ujarnya dilansir CNBC

Sepanjang tahun berjalan, harga emas telah melonjak 53%. Namun, logam mulia tersebut kini terkoreksi sekitar 8% dari rekor tertinggi yang dicapai pada 20 Oktober 2025.

Ilustrasi emas. (CNBC)
Source: CNBC

Investor kini menanti rilis data ketenagakerjaan ADP AS pada Rabu (5/11/2025) serta data indeks manufaktur PMI ISM untuk melihat sinyal arah kebijakan moneter berikutnya. Penutupan sebagian kegiatan pemerintahan AS belakangan ini juga menunda publikasi sejumlah data ekonomi penting, termasuk data ketenagakerjaan dari Bureau of Labor Statistics (BLS).

Pekan lalu, Federal Reserve menurunkan suku bunga acuannya untuk kedua kalinya sepanjang 2025. Namun, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan langkah pemangkasan lanjutan tahun ini “tidak dapat dipastikan”.

Baca Juga

Harga Emas Antam (ANTM) Turun ke Rp 2,278 Juta, Saatnya Beli atau Tunggu?

Menurut data CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 65,3% terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Desember 2025. Angka ini turun dari hampir 100% sebelum rapat kebijakan terakhir.



Ketidakpastian Ekonomi Masih Jadi Penopang

Emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya mendapat dukungan ketika suku bunga rendah atau dalam periode ketidakpastian ekonomi global. “Pelemahan harga emas saat ini lebih seperti jeda, bukan tren penurunan. Faktor musiman, kebijakan sementara Tiongkok, serta penguatan dolar menjelaskan tekanan jangka pendek, tapi tidak mengubah arah jangka panjangnya,” ujar Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, Ole Hansen, dalam catatannya.

Sementara itu, pasar juga mencermati kebijakan baru Pemerintah Tiongkok yang mengakhiri pembebasan pajak bagi sejumlah pengecer emas pada Sabtu (1/11/2025). Langkah tersebut dikhawatirkan dapat menekan permintaan emas di negara konsumen logam mulia terbesar di dunia itu.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024