Jabar Pimpin Penyaluran FLPP Nasional Capai 46.702 Unit per Oktober 2025
Poin Penting
|
CIREBON, investortrust.id — Program pembiayaan perumahan di Jawa Barat mencatat kinerja tertinggi secara nasional. Hingga 30 Oktober 2025, penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di provinsi ini mencapai 46.702 unit, disusul capaian Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa II yang merealisasikan Rp 137,27 miliar atau 80,37% dari total anggaran Rp 170,79 miliar tahun ini.
Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menjadi kontributor terbesar dalam penyaluran FLPP, yakni 23.241 unit atau hampir separuh dari total penyaluran. Capaian tersebut menjadikan Jawa Barat sebagai wilayah dengan progres program perumahan rakyat paling tinggi di lingkungan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Menteri PKP, Maruarar Sirait (Ara) menyebut Jawa Barat sebagai “miniatur program PKP” karena seluruh inisiatif utama kementerian dijalankan di provinsi ini.
“Jawa Barat menjadi miniatur program PKP karena seluruh program hadir di sini, mulai dari BSPS, Bantuan PSU Perumahan bagi MBR, peningkatan kualitas permukiman kumuh dan sanitasi, rumah susun, hingga stok panel Risha untuk bencana,” kata Ara dalam keterangannya, Jumat (31/10/2025).
Ia mengapresiasi capaian BP3KP Jawa II yang mencatat serapan anggaran tertinggi di Kementerian PKP. “Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh jajaran. Saya berharap kinerja ini terus dijaga agar manfaat program perumahan dapat dirasakan masyarakat secara luas,” ujar Ara.
BP3KP Jawa II menargetkan realisasi anggaran mencapai 99,63% pada akhir tahun dengan mempercepat pelaksanaan kegiatan fisik di lapangan untuk mendukung pemerataan akses perumahan di Jawa Barat.
Sebelumnya, Menteri PKP menargetkan serapan anggaran kementeriannya pada tahun 2025 dapat mencapai 95 – 96% hingga akhir tahun.
Dia menyatakan, pemerintah juga telah menyepakati untuk mempertahankan suku bunga rumah subsidi di level 5%.
“Kita sepakat bunga rumah subsidi tidak naik dari 5%. Kita sepakat bahwa target itu harus bisa terserap tinggi. Saya usahakan betul akhir tahun ini 95 – 96% bisa tercapai,” jelas Ara di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa malam (14/10/2025).

