Kementerian PU Kurangi Beban Sampah di Bantar Gebang dengan Teknologi Hijau
Poin Penting
|
BEKASI, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dalam mengurangi beban sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Strategi tersebut dilakukan melalui optimalisasi fasilitas reduce-reuse-recycle (TPS3R), penerapan landfill mining, serta pengembangan teknologi waste to energy (WtE).
Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PU, Dewi Chomistriana menjelaskan, volume sampah di Bantar Gebang sudah terlalu besar sehingga perlu pendekatan baru agar pengelolaan lebih efisien dan berkelanjutan.
Baca Juga
Ancam Lingkungan, 130 dari 170 Jasa Angkut Sampah di Jakarta Beroperasi Tanpa Izin
“Kami bersama Dinas Lingkungan Hidup DKI sedang bekerja sama untuk lebih mengaktifkan lagi TPS3R yang ada di wilayah Jakarta. Tujuannya agar beban sampah yang dikirim ke Bantar Gebang tidak terlalu besar,” jelas Dewi saat ditemui di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/10/2025).
Selain memperbanyak TPS3R, lanjut Dewi, pihaknya juga memberikan dukungan teknis terhadap pengembangan fasilitas pengolahan di kawasan Bantar Gebang. Salah satunya melalui pembangunan incinerator mini yang dikembangkan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai laboratorium percontohan sebelum diterapkan dalam skala industri.
“Di Bantar Gebang sudah ada fasilitas lengkap, mulai composting, landfill mining, incinerator kecil, hingga TPST RDF. Namun, memang volume sampah yang harus dikelola di sana sudah sangat besar,” ujarnya.
Dewi menambahkan, Pemprov DKI juga mulai melakukan landfill mining dengan membuka kembali tumpukan sampah lama untuk diolah menjadi refuse derived fuel (RDF). Hasil RDF tersebut kemudian dijual ke industri, seperti pabrik semen dan tekstil. “Sampah lama yang diolah menjadi RDF sudah ada yang terjual. Ini langkah positif untuk mengurangi timbunan di Bantar Gebang,” tandasnya.
Baca Juga
Pemerintah Tetapkan 7 Wilayah Kelola Sampah Jadi Listrik, Zulhas: Tumbuhkan Ekonomi Daerah
Ke depan, Kementerian PU juga mendukung rencana Pemprov DKI untuk bergabung dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Program tersebut akan mengubah sebagian sampah menjadi energi listrik, yang produksinya akan disalurkan melalui PT PLN (Persero).
Dikatakan Dewi, pemerintah pusat telah menyiapkan subsidi sebesar US$ 0,20 per kWh bagi PLN untuk mendukung proyek waste to energy tersebut. Dukungan ini diharapkan mempercepat implementasi pengelolaan sampah menjadi energi di wilayah perkotaan.

