2.000 Desa Ditarget Dapat Akses Listrik Tahun Depan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan sebanyak 1.000-2.000 desa ditargetkan mendapat sambungan listrik baru pada tahun 2026 mendatang. Ini merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk pemerataan energi.
Bahlil mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian ESDM, saat ini terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun di Indonesia yang belum teraliri listrik. Prabowo menargetkan selama masa pemerintahannya hingga 2029, seluruh desa dan dusun tersebut harus sudah tersambung listrik.
"Di tahun 2026 kita akan mengembangkan kurang lebih sekitar 1.000-2.000 desa dan kita akan pasang (listrik). Ditargetkan oleh Bapak Presiden kepada kami 2029-2030 Tidak ada lagi desa yang tidak dapat listrik," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Diungkapkan Bahlil, sepanjang tahun 2025 ini Pemerintahan Prabowo telah membangun jaringan listrik di 1.100 lebih desa. Selain itu, sebanyak 250.000 rumah yang belum mendapat akses listrik juga direncanakan bakal dipasang.
"Tujuannya apa? Bapak Presiden mempunyai perhatian khusus kepada anak-anak kita di pedalaman-pedalaman daerah-daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan)," ucap mantan Menteri Investasi tersebut.
Bahlil membeberkan, Presiden Prabowo memiliki keinginan agar sekolah-sekolah di Tanah Air harus memakai teknologi layar. Maka dari itu, seluruh sekolah, termasuk yang berada di wilayah 3T harus mendapat akses listrik agar teknologi tersebut bisa dimanfaatkan.
Untuk ini, pemerintah berencana mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) agar target net zero Emission (NZE) 2060 bisa dicapai sekaligus. Salah satunya, Presiden Prabowo menargetkan pembangunan solar panel 1.000 gigawatt (GW) untuk dimanfaatkan di desa-desa yang belum teraliri listrik.
"Nah untuk listrik ini ada dua modelnya Kita akan pakai solar panel atau jaringan PLN yang sudah ada tinggal kita masukkan jaringannya ke desa-desa yang belum ada. Kemudian kita sambungkan sambil kita paralel untuk mendorong transisi energi dengan memakai tenaga surya. Ini juga kita lagi siapkan ke depan," sebut Bahlil.

