Sumatra Jadi Fokus, Kementerian PU Bangun 132 Dapur MBG
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun 264 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Dari total tersebut, wilayah Sumatra menjadi daerah dengan pembangunan terbanyak, mencapai 132 unit.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan, pembangunan SPPG ini merupakan bagian dari dukungan Kementerian PU terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang dikoordinasikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami dari Kementerian PU yang kami koordinasikan siap memberikan dukungan, terutama di daerah-daerah yang tidak selalu mudah untuk dibangun atau dikerjakan,” kata AHY dalam media gathering di kantornya, Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Selain Sumatra, pembangunan dapur MBG juga dilakukan di Kalimantan sebanyak 48 unit, Sulawesi 36 unit, Jawa 28 unit, Maluku – Papua 12 unit, dan Bali – Nusa Tenggara (Bali – Nusra) 8 unit.
Dikatakan AHY, data lengkap mengenai program MBG dapat diperoleh melalui BGN selaku lembaga yang menangani program tersebut.
Sebelumnya, BGN bekerja sama dengan Kementerian PU untuk membangun 1.542 dapur umum MBG pada tahun ini. Targetnya, setiap kabupaten akan memiliki tiga dapur umum yang pembangunannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 6 triliun.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebutkan, program ini diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia dan memperkuat penyediaan layanan gizi masyarakat. “Ini kami rencanakan tiga dapur umum per kabupaten untuk seluruh Indonesia, sehingga totalnya mencapai 1.542 unit,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Dadan menjelaskan, hingga saat ini SPPG telah melayani sekitar 8,2 juta penerima manfaat melalui sekitar 4.000 dapur yang dijalankan dengan skema kemitraan bersama investor.
Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN Suardi Samiran menambahkan, keberadaan dapur MBG juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Perputaran uang dari satu unit dapur dapat mencapai Rp 1 miliar per tahun, sementara secara agregat aktivitas dapur MBG di satu daerah bisa menghasilkan perputaran dana hingga Rp 800 miliar per tahun.
“Bila ada 70 dapur umum hingga 80 dapur umum di satu daerah, maka uang yang berputar menyentuh Rp 80 miliar per bulan atau setara Rp 800 miliar per tahun,” pungkas Suardi.

