Harga Emas Anjlok 5,5%, Penurunan Tertajam dalam 5 Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Harga emas global jatuh tajam pada perdagangan Selasa (22/10/2025), menandai penurunan harian terbesar dalam 5 tahun terakhir. Pelemahan ini terjadi setelah aksi ambil untung investor menyusul reli panjang yang sempat membawa logam mulia itu menembus rekor tertinggi baru.
Harga emas spot anjlok 5,5% ke posisi terendah 1 minggu di US$ 4.115,26 per ons, menjadi penurunan terdalam sejak Agustus 2020. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember ditutup melemah 5,7% ke US$ 4.109,10 per ons.
Sehari sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$ 4.381,21 per ons, setelah naik sekitar 60% sepanjang tahun ini. Reli tersebut didorong kombinasi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed), serta pembelian agresif bank sentral di berbagai negara.
Baca Juga
Emas Antam (ANTM) Naik Rp 72.000 Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Sejarah
Menurut Tai Wong, pedagang logam independen di New York, pergerakan ekstrem tersebut menandakan adanya kewaspadaan pelaku pasar. “Harga emas sedang turun, baru kemarin saja. Namun, lonjakan volatilitas tajam dalam seminggu terakhir menunjukkan ada potensi aksi ambil untung jangka pendek,” ujar dia dilansir CNBC.
Indeks dolar AS (DXY) menguat 0,4% pada Selasa, membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain. “Selera risiko yang membaik di pasar global awal pekan ini menjadi sentimen negatif bagi logam safe haven, seperti emas,” ujar analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.
Sementara itu, analis di Citi memperkirakan pelemahan harga emas akan berlangsung dalam jangka pendek. “Berakhirnya penutupan sebagian Pemerintahan AS serta pengumuman kesepakatan dagang AS–Tiongkok bisa memicu fase konsolidasi harga emas dalam 2 hingga 3 minggu ke depan,” tulis Citi dalam laporan riset.
Para pelaku pasar kini menantikan rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk September, yang tertunda karena penutupan sementara pemerintahan. Data tersebut diperkirakan menunjukkan inflasi tahunan sebesar 3,1%.
Hasil laporan inflasi akan menjadi faktor penting bagi keputusan kebijakan Federal Reserve pada pertemuan pekan depan. Pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, langkah yang biasanya mendukung kenaikan harga emas karena logam ini tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga
Dampak pada Logam Mulia Lain
Tidak hanya emas, perak juga terkena imbas. Harga perak spot turun 7,6% menjadi US$ 48,49 per ons. “Perak sedang terpuruk hari ini dan menyeret seluruh kompleks logam ke posisi lebih rendah,” kata Wong.
Sementara itu, harga platinum turun 5,9% ke US$ 1.541,85 per ons, dan paladium melemah 5,3% ke US$ 1.417,25 per ons.

