AHY Dorong Optimalisasi Serapan Anggaran PU karena Sektor Konstruksi Sumbang 9,48% PDB
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti kontribusi signifikan sektor konstruksi terhadap perekonomian nasional yang mencapai 9,48% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Ihwal itu, ia mendorong optimalisasi penyerapan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar pertumbuhan sektor ini semakin kuat di paruh kedua 2025.
“Sektor konstruksi berkontribusi 9,48% dari PDB dan tumbuh sekitar 4,98% year-on-year dibandingkan tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan triwulan pertama, pertumbuhannya meningkat dari 2,18%,” kata AHY di kantornya, Jakarta, Selasa (21/10/2025).
AHY menilai peningkatan kinerja sektor konstruksi perlu diimbangi percepatan realisasi belanja infrastruktur, terutama proyek-proyek prioritas, seperti program instruksi presiden (inpres) di bidang irigasi, jalan daerah, dan infrastruktur dasar lainnya.
“Terkait serapan anggaran Kementerian PU, memang harus dilihat lebih detail karena pencairannya sering kali berbeda-beda. Kami mendorong agar percepatan dilakukan, tetapi tetap menjaga kualitas dan akuntabilitas pelaksanaan proyek,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Infrastruktur Dasar Kemenko IPK, Rachmat Kaimuddin menambahkan, Kementerian PU menargetkan serapan anggaran hampir 95% pada akhir tahun. Dengan demikian, lanjutnya, proyek-proyek infrastruktur diharapkan dapat memberikan dorongan tambahan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga
AHY: Penyelesaian Utang Whoosh Jadi Syarat Sebelum Jalur Diperluas ke Surabaya
“Di awal tahun, pertumbuhan konstruksi masih 2,18%, lalu naik menjadi hampir 5% di kuartal II. Dengan percepatan penyerapan di kuartal III dan IV, kontribusi terhadap PDB diproyeksikan akan lebih tinggi lagi,” jelas Rachmat.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis penyerapan anggaran Kementerian PU dapat mencapai lebih dari 94% pada akhir tahun 2025. Hal itu disampaikannya seusai melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PU dalam rangka memantau realisasi belanja kementerian terkait.
“Saya ke sini semacam safari anggaran untuk memastikan anggaran yang ada dibelanjakan dengan baik. Di sini memang serapannya masih sekitar 50% lebih, tetapi langkah-langkah percepatannya sudah cukup bagus, sehingga akhir tahun mungkin bisa 94% atau lebih,” ungkap Purbaya di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2025).
Baca Juga
AHY Dorong Teknologi 'Waste to Energy' Jadi Solusi Sampah Perkotaan
Purbaya turut menjelaskan, sejumlah program penting, seperti pembangunan dan perbaikan irigasi serta jalan desa akan menjadi fokus belanja pada kuartal IV tahun ini. “Program-program itu penting karena akan dibelanjakan di daerah, dan bisa mendorong perekonomian supaya ekonomi kita tumbuh lebih cepat di kuartal keempat,” jelasnya.
Ia juga menyinggung penyebab rendahnya serapan anggaran pada awal tahun, antara lain disebabkan keterlambatan proses buka-tutup alias pembukaan blokir anggaran PU. “Memang ada beberapa hal yang terlambat karena perubahan blokir di awal-awal tahun. Namun, sekarang hampir sebagian besar sudah kami buka, dan tidak ada masalah karena mereka minta sesuai kemampuan serapannya,” kata Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya menilai Kementerian PU memiliki pengalaman panjang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap kementerian tersebut dapat kembali memainkan peran penting seperti pada 2015.

