Tol Sawangan–Bojong Gede Belum Konstruksi karena Pembebasan Lahan Belum 70%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pembangunan Tol Depok–Antasari (Desari) Seksi 3 segmen Sawangan – Bojong Gede belum dapat dimulai karena progres pembebasan lahannya belum mencapai batas minimal yang ditetapkan.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Wilan Oktavian menyampaikan, konstruksi baru bisa dilaksanakan jika lahan bebas telah mencapai lebih 70%. Demikian disampaikannya saat ditemui di sela-sela acara HunIndo Tech 6.0 di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (20/10/2025).
“Itu boleh (mulai) konstruksi kalau lahannya bebas di atas 70%,” jelas Wilan, dikutip Selasa (21/10/2025).
Baca Juga
Jalan Tol Beroperasi Akan Bertambah 308,70 Km pada 2026, Berikut Daftar Ruasnya
Saat ini, lanjut Wilan, pembebasan lahan Tol Desari Seksi 3 masih di bawah angka tersebut. “Di bawah itu (70%) lah pokoknya,” ucapnya.
Wilan menambahkan, keterbatasan lahan menjadi salah satu faktor utama yang menghambat proses pendanaan proyek dari pihak perbankan. “Karena itu kan mereka (badan usaha jalan tol/BUJT) dapat biaya dari bank, kalau lahannya belum siap, bank juga takut membiayainya,” ungkap Wilan.
Proyek pembangunan Jalan Tol Depok Desari Seksi 3 yang menghubungkan Sawangan, Kota Depok hingga Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, terus menunjukkan progres positif. Pembangunan ruas sepanjang 9,5 km ini kini tengah fokus pada tahap pembebasan lahan di sejumlah titik.
Di wilayah Depok, trase Tol Desari Seksi 3 melewati empat kelurahan di dua kecamatan, yakni Rangkapan Jaya, Rangkapan Jaya Baru, Cipayung, dan Cipayung Jaya. Saat ini, proses pembebasan lahan di daerah-daerah tersebut terus berlangsung.
Humas Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok, Danu Hermawan Hanafiah, menyampaikan bahwa hingga awal Oktober, lahan yang telah berhasil dibebaskan mencapai 21 hektare (ha) dari total kebutuhan 29,33 ha.
“Selain itu, dari total kebutuhan sebanyak 1.436 bidang tanah yang diperlukan pada pembangunan Tol Desari Seksi 3, baru sekitar 757 bidang yang sudah dibebaskan. Artinya, masih ada sekitar 683 bidang yang belum tuntas,” katanya, dikutip investortrust.id dari akun Instagram @ssci.bogordepok pada Selasa (21/10/2025).
Baca Juga
Ia menjelaskan, pengadaan tanah merupakan bagian vital dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Kota Depok.
Ihwal itu, BPN Kota Depok bersama Kementerian ATR/BPN berkomitmen memastikan proses pembangunan dilakukan dengan memperhatikan hak-hak masyarakat serta memberikan manfaat maksimal bagi publik. “Karena pada akhirnya, pembangunan yang berkelanjutan adalah tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi kita semua,” pungkas Danu.

